Hyundai tampaknya belum selesai menyiapkan kejutan untuk GIIAS 2026. Setelah Ioniq 3 disebut akan menjadi pembuka, pabrikan asal Korea Selatan itu masih menyiapkan empat model baru lain untuk dipamerkan di ajang yang sama.
Kabar ini langsung menarik perhatian karena sebagian model yang disiapkan disebut berasal dari segmen SUV dan MPV. Untuk pasar Indonesia, kombinasi itu penting karena dua kelas tersebut masih menjadi favorit banyak konsumen, terutama keluarga.
Empat model baru dengan arah yang lebih lebar
Menurut informasi yang beredar, empat model baru Hyundai itu mencakup SUV dan MPV, dengan masing-masing tersedia dalam varian listrik murni dan hybrid. Ada pula satu model yang disebut berkonfigurasi 7-seater, meski identitasnya belum dibuka.
| Informasi | Rincian |
|---|---|
| Model utama yang sudah dikonfirmasi | Ioniq 3 |
| Model lain yang disiapkan | 4 model baru |
| Jenis model yang disebut | SUV dan MPV |
| Varian teknologi | Listrik murni dan hybrid |
| Model dengan konfigurasi khusus | 1 model 7-seater |
Hyundai belum menjelaskan nama-nama model itu ke publik. Namun kehadiran MPV di daftar tersebut menjadi sinyal penting, sebab segmen ini masih punya daya tarik besar di Indonesia.
Ioniq 3 bukan satu-satunya nama yang dibahas
Ioniq 3 sendiri sudah dikonfirmasi sebagai mobil listrik terbaru Hyundai untuk Indonesia. Model ini akan dijual dalam format hatchback, sesuatu yang cukup berbeda dari pola Hyundai selama ini yang lebih sering mengandalkan SUV dan MPV di pasar lokal.
Di sisi lain, sempat muncul dugaan soal kehadiran Ioniq 9 di Indonesia. Hyundai memang beberapa kali membahas model itu, tetapi tampaknya masih menunggu waktu yang tepat untuk membawanya masuk ke pasar Tanah Air.
Masalahnya ada pada posisi pasar dan harga. Ioniq 9 ditempatkan lebih mewah dibanding Ioniq 5 dan Ioniq 6, sehingga banderolnya diperkirakan lebih tinggi, apalagi jika masih diimpor langsung dari luar negeri.
Prototype 7-seater listrik masih jadi tanda tanya
Selain Ioniq 3, Hyundai juga menyiapkan satu prototype listrik 7-seater untuk tampil sebagai Special Display di GIIAS 2026. Identitas mobil itu belum diungkap, sehingga memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pengamat dan pencinta mobil.
Ada dugaan mobil tersebut adalah Staria EV, tetapi opsi itu dinilai kurang cocok karena MPV mewah tersebut sudah dijual di luar negeri. Ada juga yang menebak model itu sebagai Stargazer versi listrik, atau justru mobil baru yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya.
Hyundai masih fokus ke mobil listrik
Jika prototype 7-seater itu memang model yang belum pernah tampil, debut di pameran bisa menjadi salah satu daya tarik terbesar Hyundai. Arah itu juga menunjukkan bahwa Hyundai ingin terus menyesuaikan lini produk dengan kebutuhan pasar Indonesia, terutama untuk konsumen keluarga.
Untuk saat ini, Hyundai masih fokus pada mobil listrik dan belum menunjukkan rencana membawa model PHEV ke Indonesia. Dengan begitu, GIIAS 2026 berpotensi menjadi panggung penting untuk melihat arah berikutnya dari strategi produk Hyundai di pasar Tanah Air.







