Hyundai Motors Indonesia menyiapkan 250 mobil pengganti untuk pelanggan yang kendaraannya harus meningap di bengkel resmi. Fasilitas ini hadir melalui Hyundai Premium Courtesy Car Program agar pemilik mobil tetap bisa beraktivitas saat kendaraan mereka menjalani servis yang memakan waktu lama.
Program ini menyoroti cara Hyundai memperluas layanan purnajual di Indonesia. Fokusnya bukan hanya memperbaiki kendaraan, tetapi juga menjaga mobilitas pelanggan tetap berjalan selama proses perawatan berlangsung.
Mobil pengganti diberikan saat servis membutuhkan waktu lama
Hyundai menempatkan unit pengganti di jaringan dealer atau bengkel resmi yang dikelola perusahaan. Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa mobil pengganti diberikan setelah service advisor menyampaikan estimasi waktu pengerjaan.
Skema ini tidak terbatas pada perbaikan besar saja. Untuk general service yang membutuhkan waktu lebih dari satu hari, pelanggan juga bisa memperoleh kendaraan pengganti sesuai ketersediaan.
Layanan tersebut membuat pemilik mobil tidak harus berhenti beraktivitas saat kendaraan mereka masuk bengkel. Dengan begitu, kebutuhan harian tetap bisa dipenuhi meski mobil utama sedang diperbaiki.
Berlaku untuk general repair dan body & paint
Hyundai Premium Courtesy Car Program mencakup dua jenis pekerjaan utama, yaitu general repair dengan estimasi pengerjaan lebih dari 1×24 jam dan body & paint repair dengan estimasi lebih dari 14×24 jam. Masa peminjaman kendaraan pengganti diberikan maksimal hingga 17 hari.
Jika dibutuhkan, masa penggunaan mobil pengganti dapat diperpanjang. Namun, perpanjangan ini tetap menunggu persetujuan dari dealer sesuai kondisi layanan di masing-masing lokasi.
Hyundai juga menegaskan bahwa program ini berlaku untuk seluruh kendaraan yang didistribusikan oleh PT Hyundai Motors Indonesia. Artinya, layanan ini tidak dibatasi oleh tahun kendaraan maupun jarak tempuh.
Pilihan model yang disiapkan tidak terbatas satu tipe
Mobil pengganti yang disediakan tidak hanya terdiri dari satu model. Hyundai menyebut model seperti Ioniq 5, Creta, Stargazer, dan model lainnya dapat dipinjamkan sesuai ketersediaan di dealer.
Salah satu model yang disorot adalah Ioniq 5. Menurut Fransiscus Soerjopranoto, penyediaan model tersebut juga memberi kesempatan kepada pelanggan untuk merasakan impresi berkendara mobil listrik.
Variasi model ini membuat program terasa lebih relevan bagi banyak pengguna. Pelanggan tetap memperoleh kendaraan yang bisa mendukung mobilitas harian sambil menunggu mobil utama selesai dirawat di bengkel.
Setiap bengkel resmi siapkan unit cadangan
Hyundai menyebut setidaknya ada satu kendaraan pengganti di setiap bengkel resmi. Secara total, 250 unit disebar agar layanan bisa menjangkau pelanggan di jaringan dealer resmi Hyundai.
Langkah ini menunjukkan bahwa purnajual kini tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis perbaikan. Hyundai juga memperhitungkan kebutuhan pelanggan untuk tetap bergerak selama mobil mereka berada di bengkel.
Dalam praktiknya, pelanggan perlu menunggu estimasi pengerjaan dari service advisor sebelum mobil pengganti diberikan. Setelah itu, dealer akan menyesuaikan ketersediaan unit dengan kebutuhan dan kondisi layanan di lokasi masing-masing.
Program ini memperkuat posisi bengkel resmi Hyundai sebagai tempat servis yang tidak hanya menangani kerusakan kendaraan. Layanan tersebut juga memberi nilai tambah bagi pemilik mobil karena proses perawatan yang panjang tidak otomatis mengganggu aktivitas sehari-hari.
Source: otodriver.com






