Hyundai Latih 109 Supplier Soal FTA, Dorong Mitra Lokal Siap Bersaing Di Pasar Global

PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) mendorong pemasok lokalnya naik kelas lewat pelatihan strategis soal Free Trade Agreement (FTA). Program yang digelar di pabrik Hyundai di Cikarang itu diikuti 109 perwakilan manajemen supplier.

Langkah ini muncul di saat industri otomotif nasional dituntut makin kompetitif di pasar global. HMMI melihat penguatan pemahaman perdagangan internasional sebagai cara untuk memperluas peluang bisnis mitra lokal, bukan hanya sekadar memenuhi aturan kepabeanan.

Latihan ekspor-impor untuk memperkuat rantai pasok

Pelatihan tersebut mendapat dukungan langsung dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Materi yang diberikan mencakup regulasi perdagangan internasional, pemanfaatan FTA, prosedur ekspor-impor, dan peluang memperbesar partisipasi dalam rantai pasok global.

HMMI menilai fasilitas perdagangan internasional bisa membantu operasional supplier menjadi lebih efisien. Di saat yang sama, pemahaman yang lebih baik atas aturan dagang dinilai dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi mitra bisnis lokal.

Hyunchul Bang, President Director HMMI, menegaskan bahwa pertumbuhan industri otomotif Indonesia harus berjalan seiring dengan penguatan industri dan mitra bisnis lokal. Ia menyebut pelatihan FTA ini dirancang agar para mitra memperoleh pengetahuan praktis yang berguna untuk meningkatkan daya saing.

Sinergi industri dan regulator

HMMI menempatkan program ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem industri yang lebih kuat dan berkelanjutan. Perusahaan memandang kolaborasi dengan regulator penting agar pelaku industri Indonesia lebih siap menghadapi tantangan sekaligus peluang di pasar global.

Kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga dilihat sebagai bentuk sinergi yang bermakna antara industri dan pemerintah. Tujuannya adalah membantu mitra bisnis lokal menjadi lebih kapabel, adaptif, dan kompetitif secara global.

Respons positif datang dari regulator. Didik Hariyanto, Kepala Seksi Kerjasama Perdagangan Bebas III Dirjen Bea Cukai, mengapresiasi komitmen HMMI dalam menjalankan kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan.

Didik menyebut HMMI secara konsisten menjalankan edukasi berkala kepada mitra bisnis. Perusahaan juga melakukan proses verifikasi secara sampling maupun rutin untuk memastikan implementasi ketentuan berjalan sesuai regulasi.

Manfaat langsung bagi supplier lokal

Bagi peserta, pelatihan FTA memberi manfaat nyata karena aturan perdagangan internasional terus berubah. Edukasi seperti ini membantu pemasok lokal memahami aturan yang dinamis dan menghadapi proses perdagangan lintas negara dengan lebih percaya diri.

Program FTA Education dari HMMI juga bukan kegiatan baru. Pelatihan ini telah dijalankan perusahaan selama tiga tahun terakhir sebagai bagian dari pembinaan jaringan pemasok.

Mela Silvia Agustina, perwakilan peserta dari PT Kyoraku Blowmolding Indonesia, mengatakan seminar tersebut membuka wawasan timnya. Ia menilai pemaparan materi yang terstruktur dan aplikatif membuat peserta lebih percaya diri dalam mengoptimalkan pemanfaatan tarif.

HMMI menilai penguatan supplier tidak berhenti pada kepatuhan dokumen perdagangan. Perusahaan ingin program seperti ini memperluas peluang bisnis mitra lokal agar bisa ikut tumbuh bersama rantai pasok otomotif yang semakin terhubung dengan pasar dunia.

Baca Juga

Back to top button