Hyundai Kona berikutnya tampaknya tidak lagi sekadar mendapat penyegaran kecil. Model yang disiapkan sebagai Kona 2027 itu disebut sebagai redo total, dengan arah desain yang meninggalkan banyak ciri pixel khas generasi sekarang.
Perubahan ini penting karena Kona selama ini masih cukup kuat di kelas crossover kecil. Hyundai kini mengarahkannya ke bentuk yang lebih boxy dan lebih matang, tanpa melepaskan kesan modern yang lebih rapi.
Wajah baru yang lebih tegas
Kona anyar berkode SX3 disebut terinspirasi oleh Crater Concept yang berotot. Hasilnya adalah tampilan yang lebih menyatu, dengan garis horizontal bersih, cladding tebal, dan lampu dua tingkat di bagian depan.
Di bawah strip DRL pixel, lampu utama LED matrix ditempatkan lebih rapi. Pendekatan ini berbeda jelas dari generasi sebelumnya yang mengandalkan elemen futuristis dan terpisah-pisah.
Kap mesin clamshell ikut memberi karakter lebih tajam pada fender atas. Area kaca yang tampak mengambang juga mengingatkan pada Tucson mendatang, sementara bagian belakang kini didominasi strip lampu LED tipis.
Kabinnya ikut berubah besar
Di dalam, Hyundai akan membawa Pleos Connect infotainment ke Kona untuk pertama kalinya. Sistem ini mengganti layout lama yang serba satu panel dengan tablet sentral berbasis AI dan cluster instrumen digital yang lebih kecil.
Hyundai tetap mempertahankan tombol fisik untuk fungsi penting. Tombol itu ditempatkan di bawah layar dan di setir agar penggunaan harian tetap terasa familiar bagi banyak pengemudi.
Pabrikan asal Korea Selatan itu juga menyiapkan material yang lebih baik dan ruang lebih lega untuk penumpang belakang. Panel pintu memakai desain melengkung yang lebih konservatif, sedangkan varian atas mendapat audio Bose, ambient lighting, dan jahitan jok kulit yang lebih detail.
Fokus fitur keselamatan ikut naik
Peningkatan kabin tidak berhenti pada tampilan dan kenyamanan. Hyundai juga membekali model ini dengan level 2 semi-autonomous highway assist serta sejumlah fitur bantuan pengemudi lain.
Langkah ini terasa relevan karena Kona bermain di segmen yang sangat padat dan sensitif terhadap fitur. Di kelas ini, paket teknologi sering menjadi penentu selain desain dan efisiensi.
Platform baru dan arah elektrifikasi
Kona berikutnya akan memakai versi modifikasi dari platform K3 milik Hyundai. Arsitektur ini diklaim memberi peningkatan pada keselamatan tabrak sekaligus membuka akses ke sistem hybrid terbaru dari pabrikan.
Ada pula kabar tentang opsi range-extended hybrid atau EREV. Namun, powertrain listrik penuh dinilai lebih mungkin menjadi pilihan utama, sehingga Hyundai terlihat menyiapkan beberapa arah elektrifikasi sekaligus.
Sistem hybrid yang dimaksud akan dibagi dengan Kia Seltos baru. Dalam konfigurasi penggerak depan, mesin 1.6 liter empat silinder dan motor listrik menghasilkan 151 hp atau 113 kW.
Versi all-wheel-drive juga tersedia melalui E-Axle dengan tenaga 176 hp. Varian ini membawa regenerative braking canggih dan fitur vehicle-to-load atau V2L.
Beberapa pasar juga disebut akan mendapat opsi tambahan. Di antaranya mesin 2.0 liter non-turbo dan 1.6 liter turbo empat silinder dengan output 190 hp yang dipasangkan ke transmisi otomatis dual-clutch tujuh percepatan.
Persaingan makin ketat di kelas SUV kompak
Kona baru tidak akan masuk pasar yang sepi. Rival utamanya mencakup Mazda CX-30, Toyota Corolla Cross, Kia Seltos, Mitsubishi Outlander Sport, Nissan Qashqai, dan Subaru Crosstrek.
Dengan desain yang lebih tegas dan opsi hybrid, Hyundai tampaknya ingin menaikkan posisi Kona di antara para pesaing itu. Pengumuman resmi model baru ini diperkirakan hadir dalam 12 bulan ke depan, sebelum Kona meluncur sebagai model year 2027.
Source: www.carscoops.com