Hyundai dan Kia bergerak cepat menarik kembali 14 unit mobil listrik di Amerika Serikat setelah menemukan potensi risiko kebakaran dari baterai tegangan tinggi. Langkah ini menyoroti betapa satu cacat kecil di level produksi bisa berubah menjadi ancaman serius bagi pemilik kendaraan listrik.
Masalahnya bukan pada desain mobil secara umum, melainkan pada sel baterai buatan SK On. Berdasarkan dokumen resmi National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), posisi elektroda di dalam sel baterai tidak sejajar dan kondisi itu dapat memicu korsleting internal.
Unit yang Terdampak
Total kendaraan yang masuk recall memang hanya 14 unit, tetapi Hyundai dan Kia memilih tindakan pencegahan agar risiko tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. Menurut suara.com, langkah ini juga mencerminkan kehati-hatian pabrikan di tengah sorotan terhadap keselamatan mobil listrik.
Investigasi atas kasus ini dikaitkan dengan beberapa insiden kebakaran baterai yang sebelumnya dilaporkan terjadi di Korea Selatan. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sumber kegagalan teknis berasal dari proses manufaktur baterai yang dilakukan SK On sebagai pemasok utama.
Selama menunggu perbaikan, pemilik kendaraan terdampak diminta memarkir mobil di area terbuka. Mereka juga diminta menjauhkan kendaraan dari bangunan atau struktur permanen apa pun sampai proses perbaikan selesai.
Diler resmi masing-masing merek akan mengganti seluruh paket baterai yang bermasalah tanpa biaya. Hyundai dan Kia juga menegaskan komitmen untuk memperketat pengawasan mutu terhadap pemasok baterai agar masalah serupa tidak terulang di pasar global.
Kasus ini menunjukkan bahwa persoalan teknis di tahap produksi bisa punya dampak besar ketika menyangkut kendaraan listrik. Untuk saat ini, langkah paling aman yang diambil Hyundai dan Kia adalah mengganti baterai yang bermasalah dan membatasi potensi bahaya sebelum mobil kembali digunakan normal.
Source: www.suara.com






