Hujan deras tidak menghalangi kedatangan Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Safrizal ZA ke hunian sementara atau huntara bagi penyintas Jamur Ujung. Di tengah cuaca yang masih diguyur hujan, Safrizal tetap menyusuri bilik-bilik hunian dan berbincang langsung dengan warga yang tinggal di Desa Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah.
Kehadiran pejabat tersebut disambut hangat oleh warga dan aparat setempat. Safrizal datang bersama Wakil Bupati Bener Meriah Armia dan Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah Safriadi, lalu diterima oleh Reje Wonosobo Sugiman di lokasi yang menampung 89 kepala keluarga itu.
Warga didampingi satu per satu
Setibanya di huntara, Safrizal lebih dulu menanyakan kondisi para penghuni kepada aparatur desa. Sugiman memastikan seluruh warga dalam keadaan sehat dan tetap mendapat perhatian dari pemerintah desa.
Saat melihat beberapa bilik tampak kosong, Safrizal kembali menanyakan keberadaan penghuninya. Sugiman menjelaskan banyak warga sedang bekerja sebagai pemetik kopi di kebun-kebun sekitar Wonosobo maupun di wilayah lain.
Safrizal kemudian memberikan apresiasi atas kegigihan warga Bener Meriah. Ia menilai masyarakat setempat dikenal rajin, ramah, dan sabar dalam menghadapi situasi yang mereka jalani.
Ia juga sempat masuk ke sejumlah bilik dan menyapa warga yang ditemui di dalam huntara. Dalam salah satu bilik, Safrizal berbincang dengan seorang ibu yang tengah merapikan barang-barang keluarga.
Momen hangat bersama Fatmawati
Salah satu percakapan yang menarik perhatian terjadi saat Safrizal menemui Fatmawati, warga berusia 66 tahun yang kini hidup sendiri setelah suaminya meninggal beberapa waktu lalu. Dalam obrolan singkat yang diselingi candaan, Fatmawati menyampaikan bahwa dirinya pernah menjahit bendera merah putih.
Fatmawati juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan itu dan menerima bantuan peralatan dapur. Ia menyambut pemberian tersebut dengan rasa syukur, sementara Safrizal memastikan bantuan serupa akan diberikan kepada seluruh kepala keluarga yang tinggal di huntara itu.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi agenda peninjauan, tetapi juga ruang dialog yang memperlihatkan kedekatan antara pemerintah dan penyintas. Respons warga yang tersanjung menunjukkan bahwa perhatian langsung di lapangan masih sangat berarti bagi mereka.
Persiapan hunian tetap terus dipercepat
Selain memeriksa kondisi huntara, Safrizal juga meninjau kesiapan lahan untuk pembangunan hunian tetap atau huntap. Berdasarkan data BPBD Bener Meriah, ada empat lokasi pembangunan huntap komunal yang disiapkan di daerah tersebut.
Satu lokasi berada di Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, di atas lahan hibah Dinas Pertanian Aceh. Tiga lokasi lainnya akan dibangun di atas lahan hibah Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
Data verifikasi dan validasi tahap I mencatat 118 unit rumah rusak ringan, 84 unit rusak sedang, dan 807 unit rusak berat. Dari rumah yang masuk kategori rusak berat, 97 unit direncanakan dibangun secara insitu, 617 unit melalui relokasi mandiri, dan 93 unit melalui relokasi terpusat.
Pada tahap II yang masih dalam proses verifikasi, sebanyak 522 unit rumah telah terdata. Safrizal menyebut Aceh saat ini masih berada dalam fase transisi darurat, sehingga pembangunan hunian tetap dan fasilitas publik akan dipercepat sesuai rencana induk pemulihan yang telah disusun.
Di tengah peninjauan itu, perhatian terhadap warga huntara menjadi gambaran bahwa proses pemulihan tidak berhenti pada data dan rencana saja. Bagi penyintas Jamur Ujung, kehadiran langsung pejabat PRR di bawah hujan memberi arti tersendiri, terutama ketika bantuan, dialog, dan kepastian pembangunan lanjutan mulai terlihat di depan mata.
Source: www.medcom.id