Kementerian Sosial mulai menyalurkan BPNT tahap 2 kepada masyarakat yang terdaftar sebagai penerima manfaat. Pada pencairan kali ini, bantuan diberikan untuk alokasi tiga bulan sekaligus, yakni April, Mei, dan Juni, dengan total Rp 600.000.
Bagi keluarga penerima manfaat, kabar ini penting karena dana tidak selalu masuk serentak di semua daerah. Pemerintah meminta warga mengecek status pencairan secara mandiri agar bisa mengetahui apakah bantuan sudah diproses atau masih menunggu transfer.
Cek nama penerima bisa lewat HP
Status bantuan dapat diperiksa lewat sistem resmi pemerintah dengan menggunakan NIK KTP. Pengecekan bisa dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store dan App Store, atau lewat situs resmi Kementerian Sosial.
Setelah aplikasi terpasang, warga cukup masuk ke menu Cek Bansos dan memasukkan Nomor Induk Kependudukan pada kolom yang tersedia. Jika data terdaftar, sistem akan menampilkan informasi bantuan, kategori desil, dan progres pencairan dana.
Tanda pencairan yang mulai berjalan biasanya terlihat dari munculnya status “YA” pada hasil pemindaian data. Sistem juga menampilkan keterangan bahwa bantuan sosial sedang dalam proses transfer ke rekening penerima.
Penyaluran lewat rekening dan kantor pos
Dana BPNT disalurkan secara digital melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera yang terhubung dengan jaringan bank Himbara. Jaringan penyalur itu meliputi Bank BRI, BNI, Mandiri, dan Bank BTN.
Di sejumlah wilayah, penyaluran masih dilayani melalui kantor pos setempat. Mekanisme ini membuat distribusi bantuan tetap berjalan meski kondisi tiap daerah tidak sama.
Penerima manfaat disarankan mengecek saldo kartu KKS secara berkala. Jika dana sudah masuk, saldo rekening akan bertambah Rp 600.000 sesuai alokasi tahap 2.
Jadwal cair tidak selalu sama di tiap daerah
Kemensos menyalurkan bantuan tidak dalam waktu yang sama untuk seluruh wilayah Indonesia. Perbedaan itu dipengaruhi kesiapan teknis di masing-masing daerah, termasuk faktor administrasi lokal, kesiapan perbankan penyalur, dan kondisi geografis.
Karena itu, nama penerima yang sudah masuk daftar salur belum tentu langsung menerima dana pada waktu yang sama dengan daerah lain. Pemerintah mendorong warga terus memantau status kepesertaan agar mengetahui perkembangan terbaru penyaluran.
Data penerima terus diperbarui
BPNT hanya diberikan kepada masyarakat kurang mampu yang namanya sudah tercatat resmi. Setiap penerima wajib terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional agar penyaluran lebih tepat sasaran.
Pemutakhiran data dilakukan secara berkala melalui DTSEN. Proses validasi ini juga membuat daftar penerima bisa berubah sesuai hasil evaluasi yang berjalan.
Jika nama belum muncul saat pengecekan online, warga dapat mendatangi kantor desa atau kelurahan. Konfirmasi juga bisa dilakukan melalui pendamping sosial terdekat untuk memastikan status kepesertaan bantuan.
