Di pasar saat ini, HP layar 7 inci murni hampir tidak lagi hadir di kelas bar phone. Pilihan yang paling realistis justru terbagi dua, yakni ponsel berlayar besar di kisaran 6,78 inci sampai 6,9 inci, atau foldable yang benar-benar tembus 7 inci ke atas.
Itu berarti pengguna yang ingin layar lega untuk gaming, streaming, membaca e-book, hingga multitasking perlu menyesuaikan anggaran dengan lebih hati-hati. Di rentang Rp2 jutaan sampai Rp24 jutaan, peta pilihannya sudah sangat jelas.
Pilihan paling terjangkau untuk layar lega
Infinix HOT 60 Pro+ menjadi salah satu opsi awal untuk pengguna yang ingin layar besar tanpa masuk ke kelas menengah atas. Harganya mulai Rp2.500.000 hingga Rp3.399.000 dengan panel AMOLED 6,78 inci, refresh rate 144Hz, RAM hingga 8GB, baterai 5.000 mAh, dan pengisian cepat.
Tecno POVA 7 juga tampil menarik di kelas murah. Dengan harga mulai Rp2.699.000, perangkat ini membawa layar 6,78 inci FHD+ 144Hz, chipset Dimensity 7300 Ultimate, RAM 8GB, dan baterai 6.000 mAh.
| Model | Layar | Harga | Catatan Utama |
|---|---|---|---|
| Infinix HOT 60 Pro+ | AMOLED 6,78 inci, 144Hz | Rp2.500.000-Rp3.399.000 | RAM hingga 8GB, baterai 5.000 mAh, fast charging |
| Tecno POVA 7 | 6,78 inci FHD+, 144Hz | Mulai Rp2.699.000 | Dimensity 7300 Ultimate, RAM 8GB, baterai 6.000 mAh |
Segmen menengah yang nyaris menyentuh 7 inci
Honor X70 masuk daftar menarik karena membawa panel AMOLED 6,79 inci, jadi ukurannya paling dekat dengan 7 inci di kelas ponsel konvensional. Harganya berada di kisaran Rp5 jutaan sampai Rp7.299.000, dengan Snapdragon 6 Gen 4, refresh rate 120Hz, fast charging 80W, dan baterai 8.300 mAh.
realme GT 7 menyasar pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi. Dengan harga mulai Rp7 jutaan, ponsel ini menawarkan layar AMOLED 6,78 inci, Dimensity 9400e, refresh rate 120Hz, baterai 7.000 mAh, dan fast charging 120W.
Foldable, satu-satunya jalur ke layar 7 inci asli
Jika targetnya benar-benar layar 7 inci atau lebih, foldable menjadi jalur yang paling masuk akal. Samsung Galaxy Z Fold6 menampilkan layar utama Dynamic AMOLED 2X 7,6 inci saat dibuka, dengan harga mulai Rp22.399.000, Snapdragon 8 Gen 3 for Galaxy, RAM 12GB, refresh rate 120Hz, dan Galaxy AI.
Tecno Phantom V Fold menawarkan alternatif yang lebih murah dibanding banyak foldable premium lain. Harga perangkat ini berada di sekitar Rp19 jutaan hingga Rp19.340.628, dengan panel AMOLED 7,85 inci, Dimensity 9000+, RAM 12GB, dan refresh rate 120Hz.
Huawei Mate Xs 2 memakai pendekatan lipat keluar dengan layar OLED 7,8 inci. Harganya disebut berada di kisaran Rp9–15 jutaan dengan stok terbatas, ditambah Snapdragon 888 4G dan refresh rate 120Hz.
| Model | Layar | Harga | Chipset |
|---|---|---|---|
| Samsung Galaxy Z Fold6 | Dynamic AMOLED 2X 7,6 inci | Mulai Rp22.399.000 | Snapdragon 8 Gen 3 for Galaxy |
| Tecno Phantom V Fold | AMOLED 7,85 inci | Rp19 jutaan-Rp19.340.628 | Dimensity 9000+ |
| Huawei Mate Xs 2 | OLED 7,8 inci | Rp9–15 jutaan | Snapdragon 888 4G |
Kelas flagship untuk layar paling luas
Xiaomi Mix Fold 4 membawa layar AMOLED 7,98 inci dan dibanderol sekitar Rp24 jutaan. Perangkat ini juga memakai Snapdragon 8 Gen 3 dan kamera Leica, sehingga menonjol bukan hanya untuk produktivitas tetapi juga fotografi.
Honor Magic V3 berada di level atas dengan harga mulai Rp18 jutaan. Saat dibuka, ponsel ini menampilkan layar OLED 7,92 inci, Snapdragon 8 Gen 3, fast charging 66W, dan reputasi sebagai salah satu HP lipat tertipis di dunia.
Google Pixel 9 Pro Fold menawarkan layar OLED sekitar 8 inci dengan harga sekitar Rp23 jutaan. Model ini juga membawa refresh rate 120Hz, chipset Google Tensor G4, serta fokus pada fotografi komputasional dan dukungan update Android jangka panjang.
Kalau patokannya adalah nilai paling masuk akal, bar phone 6,78 inci sampai 6,79 inci masih paling ramah di kantong. Namun untuk pengguna yang benar-benar mengejar layar 7 inci asli, foldable tetap jadi satu-satunya pilihan yang sesuai di pasar saat ini.
