HP Android Tetap Menyala, tetapi Bisa Kehilangan Perlindungan di Saat Penting

Author: Cung Media

HP Android yang masih berfungsi normal belum tentu masih aman untuk menyimpan data pribadi, membuka aplikasi perbankan, atau berbelanja online. Risiko bertambah ketika perangkat berhenti menerima pembaruan keamanan yang menutup celah baru pada sistem.

Masalahnya, usia fisik ponsel tidak selalu sejalan dengan masa dukungan perangkat lunaknya. Ponsel lama tetap bisa dipakai untuk menelepon, mengirim pesan, dan menjalankan aplikasi, tetapi lapisan perlindungannya dapat tertinggal.

Yang Habis adalah Dukungan, Bukan Fungsi Ponsel

Produsen tidak membuat ponsel Android mati ketika masa dukungannya selesai. Namun, perangkat tersebut tidak lagi memperoleh perbaikan rutin terhadap kerentanan yang berpotensi dimanfaatkan dalam serangan digital.

Pengguna perlu membedakan pembaruan sistem operasi dengan pembaruan keamanan Android. Pembaruan sistem operasi biasanya membawa perubahan fitur, tampilan, dan performa, sedangkan patch keamanan dirancang untuk memperbaiki kelemahan sistem.

Berhentinya pembaruan versi Android dapat membuat aplikasi baru semakin kurang optimal atau tidak kompatibel seiring waktu. Jika patch keamanan juga berhenti, penggunaan ponsel untuk aktivitas yang melibatkan informasi sensitif perlu mendapat perhatian lebih besar.

Durasi dukungan Android tidak seragam karena setiap produsen menentukan kebijakan untuk merek dan modelnya sendiri. Kondisi ini berbeda dari kebijakan iPhone yang cenderung lebih seragam, sebab Google tidak menetapkan satu masa dukungan untuk seluruh ponsel Android dari berbagai merek.

Model Premium Umumnya Mendapat Dukungan Lebih Lama

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah produsen mulai memperpanjang masa pembaruan perangkat lunak. Google dan Samsung, misalnya, menawarkan dukungan hingga tujuh tahun pada model tertentu.

Rangkuman Tech Advisor yang dikutip Beritasatu menunjukkan bahwa lama pembaruan bergantung pada merek, seri, serta waktu perilisan perangkat. Ponsel premium pada umumnya memperoleh dukungan lebih panjang dibandingkan model kelas menengah dan entry-level.

Produsen atau Seri Pembaruan OS Pembaruan Keamanan
Google Pixel 6 dan lebih baru 7 tahun 7 tahun
Samsung Galaxy S24, Galaxy Z 2024/2025 dan lebih baru 7 tahun 7 tahun
Samsung Galaxy A lama 4 tahun 4 tahun
OnePlus 12 dan lebih baru 4 tahun 5 tahun
Xiaomi premium seperti Xiaomi 14 4 tahun 5 tahun
Xiaomi kelas menengah dan entry-level Sekitar 2–3 tahun 3 tahun
Oppo dan Realme mulai Juni 2025 4 tahun 6 tahun
Motorola seri Edge terbaru 3 tahun 4 tahun

Perpanjangan dukungan perangkat lunak juga berkaitan dengan regulasi Uni Eropa. Aturan itu mewajibkan produsen menyediakan pembaruan setidaknya lima tahun setelah produk ditarik dari pasaran untuk model baru yang dirilis mulai 20 Juni 2025.

Cara Memeriksa Usia Perangkat

Langkah awal untuk menilai masa dukungan Android adalah mengetahui perkiraan usia perangkat. Pengguna yang lupa kapan membeli ponsel dapat memeriksa informasi pembuatan, garansi, nomor seri, atau IMEI.

Pada Samsung, informasi awal dapat dicari lewat aplikasi Telepon dengan mengetik kode *#12580*369#. Bagian RF cal dapat menampilkan tanggal pembuatan perangkat dan membantu memperkirakan usia ponsel.

Pengguna Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Realme dapat mencoba membuka menu Pengaturan lalu memilih bagian Tentang Ponsel. Keterangan garansi atau tanggal pembuatan dapat tersedia pada perangkat tertentu, meski informasi yang ditampilkan bisa berbeda antar-merek.

Nomor IMEI atau nomor seri juga dapat diperiksa melalui layanan pihak ketiga seperti IMEI.info. Layanan tersebut dapat menampilkan informasi perangkat, walau pemuatan datanya mungkin memerlukan waktu.

Setelah usia ponsel diketahui, pengguna perlu mencocokkannya dengan kebijakan pembaruan dari merek dan model yang digunakan. Jika dukungan telah berakhir, HP Android masih bisa menjalankan fungsi dasar, tetapi tidak lagi menerima perlindungan terbaru terhadap celah keamanan yang ditemukan setelahnya.

Terbaru