Hong Myung-bo Akui Salah Strategi, Korea Selatan Terancam Gagal Lolos

Korea Selatan harus menerima kenyataan pahit setelah takluk 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko. Hasil itu membuat langkah Taeguk Warriors menuju fase gugur menjadi jauh lebih rumit dan kini bergantung pada hasil dari grup lain.

Di tengah tekanan itu, Hong Myung-bo justru memilih berdiri paling depan. Pelatih Korea Selatan tersebut mengakui bahwa kesalahan strategi menjadi penyebab utama kekalahan timnya, dan ia menegaskan tidak akan mencari alasan lain atas hasil tersebut.

Hong memilih memikul tanggung jawab penuh

Hong menyampaikan bahwa pada ajang sebesar Piala Dunia, pelatih kepala harus menjadi pihak pertama yang bertanggung jawab ketika tim gagal. Ia menilai keputusan taktis yang disiapkan sebelum pertandingan serta penyesuaian selama laga sama-sama tidak berjalan sesuai harapan.

“Dalam panggung sebesar ini, pelatih kepala bertanggung jawab atas seluruh hasil,” ujar Hong seperti dikutip dari laman FIFA. Ia juga menegaskan bahwa persoalan utama bukan berasal dari faktor eksternal.

Sikap itu membuat Hong tidak melempar beban kepada para pemain. Evaluasi, menurutnya, harus diarahkan pada cara tim dibentuk dan dijalankan di lapangan.

Isu kesehatan ikut dibantah

Di tengah sorotan terhadap performa tim, Hong juga menepis spekulasi soal gangguan kesehatan di skuad. Isu keracunan makanan sempat muncul menjelang pertandingan, tetapi ia memastikan hal tersebut bukan penyebab menurunnya performa Korea Selatan.

Hong kembali menegaskan bahwa kekalahan itu murni berasal dari keputusan taktis yang diambilnya sebagai pelatih kepala. Ia menutup spekulasi tersebut dengan pernyataan, “Tanggung jawab sepenuhnya ada pada saya sebagai pelatih kepala.”

Gol Maseko ubah arah pertandingan

Drama pertandingan ditentukan oleh gol Thapelo Maseko pada menit ke-63. Satu gol itu menjadi pembeda sekaligus memastikan Afrika Selatan mengamankan kemenangan 1-0 atas Korea Selatan.

Hasil tersebut bukan hanya memberi tiga poin, tetapi juga menorehkan sejarah bagi Afrika Selatan. Kemenangan itu memastikan mereka lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Bagi Korea Selatan, kekalahan ini membuat nasib mereka tidak lagi sepenuhnya berada di tangan sendiri. Peluang untuk tetap melaju masih terbuka melalui jalur peringkat ketiga terbaik, namun kini mereka harus menunggu hasil dari Grup E, H, I, dan J.

Harapan masih ada, tapi sangat bergantung pada grup lain

Situasi Korea Selatan memang belum sepenuhnya tertutup, tetapi ruang untuk bernapas semakin sempit. Taeguk Warriors kini harus berharap hasil pertandingan di grup lain berpihak kepada mereka agar peluang lolos tetap hidup.

Kekalahan di laga terakhir fase grup membuat kegagalan terasa lebih mahal, karena datang saat semua hasil sudah sangat menentukan. Dengan strategi yang tidak efektif dan lawan yang tampil lebih efisien, Korea Selatan kini hanya bisa menunggu perkembangan dari grup lain untuk mengetahui apakah perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 masih berlanjut.

Source: www.suara.com

Terkait