Honda Vario EVO 160 menunjukkan bahwa skutik bermesin 160 cc tidak selalu boros untuk dipakai harian. Dalam pengujian di rute campuran kawasan Bekasi, Jakarta, dan sekitarnya, konsumsi BBM motor ini mencapai 41,7 km/liter.
Hasil itu didapat lewat metode full to full setelah motor menempuh 43,8 km dan menghabiskan 1,05 liter bahan bakar. Angka pada MID juga tak terpaut jauh, yakni 42,6 km/liter, sehingga efisiensinya tetap tergolong meyakinkan untuk mobilitas sehari-hari.
Mesin eSP+ dan ubahan ringan
Varian yang diuji adalah Honda Vario EVO 160 tipe ABS, kasta tertinggi di lini model ini. Motor tersebut memakai mesin eSP+ berpendingin cairan berkapasitas 156,9 cc dengan output 15,4 PS dan torsi 14 Nm.
Honda juga melakukan optimalisasi minor pada sistem pengapian. Hasilnya, torsi naik 0,2 Nm dibandingkan model sebelumnya, meski bobot motor ikut bertambah sekitar 1-2 kg.
| Aspek | Data | Keterangan |
|---|---|---|
| Varian | ABS | Varian tertinggi |
| Mesin | 156,9 cc eSP+ | Berpendingin cairan |
| Tenaga | 15,4 PS | Output mesin |
| Torsi | 14 Nm | Naik 0,2 Nm dari model sebelumnya |
| Konsumsi BBM | 41,7 km/liter | Metode full to full |
| Hasil MID | 42,6 km/liter | Lebih tinggi sedikit dari hasil tes |
Rute tes yang tidak dibuat khusus hemat
Selama pengujian, motor digunakan di jalan raya padat, perumahan yang lengang, gang sempit, hingga tanjakan yang tidak terlalu curam. Kecepatan harian yang paling sering dipakai ada di kisaran 60-70 km/jam.
Kecepatan puncak yang tercapai selama tes hanya 90 km/jam, padahal motor ini diklaim mampu melaju hingga 109 km/jam. Mode idling stop system atau ISS juga tidak digunakan, sementara teknik ECO driving tidak diterapkan secara ketat.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa efisiensi Honda Vario EVO 160 masih cukup layak untuk pemakaian harian. Namun, angka konsumsi BBM tetap bisa berubah tergantung kondisi jalan, gaya berkendara, dan bobot pengemudi saat motor digunakan di dunia nyata.
Source: oto.detik.com






