Honda tetap melaju paling jauh di pasar motor Indonesia pada semester I 2026. Dari total wholesales 3.129.587 unit, merek ini menyumbang sekitar 77 persen dan membuat jarak dengan para rival terlihat sangat lebar.
Di sisi lain, empat anggota AISI lainnya hanya berbagi sisa pasar sekitar 22,58 persen atau kira-kira 700.000 unit. Artinya, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS masih harus berebut ruang yang tidak sampai seperempat dari total penjualan motor baru.
Dominasi Honda Terlihat dari Data AISI
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia menunjukkan penjualan motor baru sepanjang Januari-Juni 2026 datang dari lima anggota AISI. Hasil semester ini hanya naik tipis 0,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, ketika pasar mencatat 3.104.629 unit.
| Indikator | Angka | Keterangan |
|---|---|---|
| Total wholesales semester I 2026 | 3.129.587 unit | Gabungan lima anggota AISI |
| Kontribusi Honda | Hampir 2,4 juta unit | Sekitar 77,42 persen dari pasar |
| Sisa pasar untuk merek lain | Sekitar 700.000 unit | Digabung untuk Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS |
| Perbandingan dengan periode sama tahun lalu | Naik 0,8 persen | Dari 3.104.629 unit |
Permintaan di Dalam Negeri Masih Bertahan
Executive Vice President Director AHM Thomas Wijaya mengatakan pangsa Honda berada di kisaran 75 sampai 78 persen. Ia menyebut pasar saat ini sekitar 3,1 juta unit dan kontribusi Honda hampir 2,4 juta unit.
Thomas juga menilai permintaan motor di dalam negeri masih oke. Menurut dia, kenaikan penjualan pada Juni terjadi karena hari kerja lebih panjang dibanding Mei.
Penjualan Juni mencapai 515.136 unit, naik 7,5 persen dari Mei. Perbedaan jumlah libur yang lebih banyak pada Mei membuat angka bulan berikutnya terdorong naik.
Dengan komposisi seperti ini, Honda masih berada jauh di depan di tengah pasar yang bergerak relatif stabil. Sementara itu, empat merek lain masih harus berebut sisa penjualan yang tidak sampai seperempat dari total pasar.
Source: www.cnnindonesia.com






