
Honda Civic e:HEV RS kini punya daya tarik baru yang sebelumnya identik dengan Honda Prelude. Melalui fitur S+ Shift, sedan hybrid ini menawarkan sensasi perpindahan gigi yang terasa lebih hidup tanpa mengorbankan efisiensi khas mobil elektrifikasi.
Pembaruan ini membuat Civic hybrid semakin dekat dengan karakter mobil performa. Di saat yang sama, Honda tetap mempertahankan posisi Civic e:HEV RS sebagai opsi yang seimbang untuk pengemudi yang menginginkan rasa berkendara lebih engaging.
S+ Shift membawa rasa perpindahan gigi yang lebih nyata
Fitur S+ Shift menjadi sorotan utama karena mampu mensimulasikan perpindahan gigi layaknya transmisi otomatis delapan percepatan. Secara teknis, sistem hybrid ini tetap memakai transmisi satu percepatan karena tenaga utama datang dari motor listrik.
Teknologi tersebut merupakan pengembangan dari Linear Shift Control yang sudah ada sebelumnya. Kini, simulasi perpindahan giginya dibuat lebih bertahap dan realistis, lengkap dengan paddle shift di balik kemudi.
Hasilnya, Civic e:HEV RS terasa lebih aktif saat dikendarai. Namun, karakter efisien yang selama ini menjadi keunggulan utama model ini tetap dipertahankan.
Performa tetap tinggi di kelasnya
Di sektor penggerak, Honda Civic e:HEV RS masih mengandalkan motor listrik dengan tenaga 184 PS dan torsi 315 Nm. Sumber energinya berasal dari mesin bensin 2.0 liter empat silinder injeksi langsung yang menghasilkan 141 PS dan torsi 182 Nm.
Saat kedua sistem bekerja bersama, total output mencapai 203 PS. Angka itu membuat Civic hybrid ini tergolong bertenaga untuk kelas sedan C.
Konfigurasi yang sama juga dipakai pada Honda Prelude terbaru. Karena itu, kehadiran S+ Shift di Civic bukan hanya soal fitur baru, tetapi juga soal kedekatan teknis dengan model lain di jajaran Honda.
Mirip Prelude, tetapi tetap berbeda karakter
Kaitan Civic e:HEV RS dengan Prelude tidak berhenti pada teknologi S+ Shift. Prelude juga mengusung pendekatan hybrid yang mirip, meski karakter produknya tetap berbeda jauh.
Prelude hadir sebagai bodi coupe dua pintu. Model itu juga memakai komponen suspensi dan sistem pengereman yang terinspirasi dari Honda Civic Type R.
Karakter tersebut membuat Prelude lebih fokus pada performa. Sementara itu, Civic RS tetap menjaga keseimbangan antara kenyamanan, efisiensi, dan nuansa sporty yang lebih relevan untuk penggunaan harian.
Peluang fitur baru masuk ke Indonesia
Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Honda Civic e:HEV RS sudah lebih dulu hadir sebagai satu-satunya varian hybrid untuk model ini. Pasar Indonesia menggunakan bodi sedan, sedangkan versi Jepang berbentuk hatchback.
Dengan hadirnya pembaruan di pasar global, peluang S+ Shift dibawa ke Tanah Air terbuka lebar. Hal ini relevan karena minat terhadap sedan hybrid terus berkembang, terutama dari konsumen yang ingin efisiensi tanpa kehilangan rasa berkendara.
Dari sisi harga, Civic RS e:HEV tercatat Rp 699 juta. Sementara itu, Honda Prelude dibanderol Rp 974,9 juta.
Selisih harga tersebut mempertegas posisi Civic sebagai opsi yang lebih realistis bagi pembeli yang mengincar teknologi baru dalam paket yang lebih seimbang. Bagi pencinta sedan, kehadiran S+ Shift menjadi tambahan penting karena membuat Civic e:HEV RS terasa lebih hidup di balik efisiensi yang tetap dijaga.
Source: moladin.com




