Lowe’s dan Home Depot kini menghadapi sorotan baru di Connecticut setelah penggunaan kamera pembaca pelat nomor di area parkir mereka dipertanyakan oleh para legislator negara bagian itu. Yang dipersoalkan bukan hanya alasan pemasangan kamera, tetapi juga sejauh mana data kendaraan pelanggan dikumpulkan, disimpan, dan dibagikan.
Perangkat yang dipakai dikenal sebagai automatic license plate readers atau ALPR, termasuk sistem dari Flock Safety. Kamera ini dapat merekam kedatangan dan kepergian kendaraan sebelum pengemudi mematikan mesin, sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa pengawasan bisa melampaui kebutuhan keamanan biasa.
Pertanyaan tajam dari legislatif Connecticut
Pimpinan Demokrat di Senat dan DPR Connecticut telah mengirim surat kepada CEO kedua peritel tersebut. Mereka meminta rincian lengkap tentang kebijakan ALPR yang digunakan, terutama soal lama penyimpanan data dan siapa saja yang dapat mengaksesnya.
Menurut WFSB, surat itu memuat delapan pertanyaan yang mencakup kebijakan retensi data, akses data, hingga apakah polisi harus memiliki surat perintah sebelum mendapatkan informasi pelat nomor. Legislator juga ingin tahu apakah data itu kemudian berpindah ke lembaga penegak hukum di luar negara bagian.
Kekhawatiran ini muncul karena perusahaan swasta tidak tunduk pada perlindungan yang sama seperti lembaga negara. Akibatnya, publik sulit mengetahui standar apa yang dipakai saat data kendaraan dikumpulkan di lahan parkir toko ritel besar.
Alasan peritel memasang kamera
Lowe’s dan Home Depot menyebut teknologi itu digunakan terutama untuk pencegahan pencurian, deteksi penipuan, dan keamanan umum. Penjelasan tersebut sejalan dengan tren yang lebih luas di sektor ritel besar, yang dalam beberapa tahun terakhir semakin mengandalkan pengawasan untuk menekan pencurian toko.
Peritel besar juga menghadapi tekanan dari kelompok kejahatan ritel terorganisir dan pengunjung yang dicurigai melakukan aktivitas berulang. Karena itu, kamera dan sistem identifikasi kendaraan menjadi bagian dari strategi keamanan yang semakin umum di pusat perbelanjaan dan area parkir.
Akses polisi jadi titik paling sensitif
Salah satu titik paling sensitif adalah akses penegak hukum terhadap data tersebut. Lowe’s dilaporkan menyatakan di situsnya bahwa mereka dapat memberikan data yang dikumpulkan kepada polisi atas permintaan, dan Home Depot memiliki kebijakan yang serupa.
Legislator Connecticut kini meminta kejelasan apakah permintaan itu harus disertai surat perintah yang ditandatangani hakim. Mereka juga menyoroti kemungkinan akses dari badan kepolisian luar negara bagian, yang dapat memperluas pemakaian data melebihi area tempat kamera dipasang.
Pertanyaan itu menjadi semakin penting karena Connecticut sudah lebih dulu mengesahkan aturan yang membatasi pembagian data ALPR oleh kepolisian ke instansi di luar negara bagian. Berdasarkan aturan tersebut, sebagian besar negara bagian tidak dapat mengakses basis data ALPR Connecticut tanpa surat perintah, meski Rhode Island, New York, dan Massachusetts dikecualikan.
Masih menunggu jawaban resmi
Hingga kini belum ada kejelasan apakah Lowe’s atau Home Depot akan menjawab seluruh pertanyaan dari para legislator. Situasi ini membuat perdebatan tentang privasi dan keamanan bergerak ke wilayah yang lebih luas, karena pelanggan bisa terekam tanpa sadar saat masuk dan keluar dari parkiran toko.
Kasus ini menempatkan praktik pengawasan swasta di bawah sorotan baru. Di tengah meningkatnya penggunaan ALPR, Connecticut kini ingin memastikan apakah pengumpulan data pelat nomor di toko ritel besar masih berada dalam batas yang bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.
Source: www.carscoops.com






