Rosario de Marshal atau Hercules kembali menjadi sorotan setelah dipercaya masuk ke jajaran Dewan Kehormatan Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI). Pengukuhan itu menandai babak baru dalam perjalanan sosok yang dulu identik dengan dunia keras, lalu perlahan tampil dalam ruang sosial dan keagamaan.
Perubahan Hercules terlihat bukan hanya dari jabatan yang kini ia emban, tetapi juga dari cara publik memandang arah hidupnya. Dari figur yang pernah dikenal sebagai penguasa Tanah Abang, ia kini lebih sering muncul bersama organisasi kemasyarakatan, ulama, dan kegiatan bernuansa keagamaan.
Resmi Dikukuhkan di Kongres II SBNI
Hercules resmi dikukuhkan sebagai Dewan Kehormatan SBNI dalam Kongres II SBNI yang berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026. Dalam momen itu, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Saya berterima kasih saya diberi penghargaan sebagai Dewan Kehormatan Serikat Buruh Nasional Indonesia,” ungkap Hercules, dikutip dari akun Instagram @gribjaya_id pada Kamis, 16 Juli 2026.
Ia juga menilai pengukuhan tersebut dapat mempererat hubungan antara GRIB Jaya dan SBNI. Hercules bahkan menegaskan ajakan untuk menjaga persatuan dengan menyebut, “Kita SBNI, PNJ dan GRIB Jaya, kita satu wadah, kita satu kekuatan untuk NKRI harga mati.”
Dari Penguasa Jalanan ke Aktivitas Sosial
Perjalanan hidup Hercules memang tidak sederhana. Pria kelahiran Timor Timur itu pernah dikenal luas di Jakarta, terutama saat namanya melejit sebagai penguasa kawasan Tanah Abang.
Sebelum dikenal seperti sekarang, Hercules sempat bekerja sebagai portir bagi TNI AD pada masa integrasi Timor Timur. Julukan “Hercules” kemudian melekat karena keberaniannya menghadapi situasi yang berbahaya.
Di balik reputasi keras itu, hidupnya berubah setelah melewati berbagai persoalan hukum, termasuk masa hukuman di penjara. Fase tersebut menjadi titik penting yang membuat arah hidupnya perlahan bergeser.
Mualaf Menjadi Titik Balik
Salah satu perubahan paling besar dalam hidup Hercules terjadi saat ia memutuskan memeluk Islam pada 2010. Sang istri, Nia Dania, mengatakan keputusan itu datang dari Hercules sendiri dan bukan paksaan pihak lain.
Nia menyebut Hercules sempat meminta didaftarkan untuk menjadi mualaf dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Setelah itu, ia mengucapkan dua kalimat syahadat di sebuah masjid di Indramayu, Jawa Barat.
Menurut Nia, perubahan sikap Hercules sebenarnya sudah terlihat sejak lama. Ia menggambarkan Hercules sebagai pribadi yang baik di mata keluarga, bahkan sejak awal mereka bertemu.
Penjara Menjadi Ruang Renungan
Masa hukuman di penjara membuat Hercules banyak merenungkan hidupnya. Ia menyadari bahwa dirinya beberapa kali selamat dari peristiwa berbahaya, termasuk luka akibat senjata tajam yang pernah dialaminya.
Dari pengalaman itu, Hercules meyakini hidupnya masih dipertahankan atas izin Allah SWT agar ia mendapat kesempatan memperbaiki diri. Sejak saat itu, ia disebut mulai meninggalkan kehidupan lamanya dan lebih aktif dalam kegiatan keagamaan.
| Fase Hidup | Perubahan Utama | Keterangan |
|---|---|---|
| Masa lalu | Dikenal sebagai penguasa Tanah Abang | Identik dengan dunia premanisme |
| 2010 | Memeluk Islam | Syahadat di masjid di Indramayu, Jawa Barat |
| Beberapa tahun terakhir | Aktif di kegiatan keagamaan | Sering hadir bersama para ulama |
Semakin Sering Tampil Bersama Ulama
Perubahan itu juga tampak dari beberapa momen publik yang ikut menyorotnya. Pada 2021, Hercules sempat terlihat mencium tangan Habib Luthfi bin Yahya.
Dua tahun kemudian, ia juga tampak bersama Ustaz Abdul Somad saat berada di Masjid Nabawi. Penampilannya pun berubah, dari sosok yang dulu lekat dengan citra keras menjadi lebih sering memakai peci dan busana muslim.
Memimpin GRIB Jaya dan Mengemban Amanah Baru
Selain peran barunya di SBNI, Hercules juga memimpin Gerakan Rakyat Indonesia Baru atau GRIB Jaya sebagai Ketua Umum. Organisasi ini bergerak di bidang sosial dan kemasyarakatan serta kerap terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.
Tambahan jabatan di SBNI membuat perjalanan Hercules kian menunjukkan jarak yang jauh dari masa lalunya. Dari tokoh jalanan yang dulu ditakuti, ia kini tampil sebagai sosok yang memegang sejumlah amanah di organisasi kemasyarakatan dan buruh.
Kisah itu terus menarik perhatian karena perubahan Hercules tidak hanya terlihat dari posisi yang diemban, tetapi juga dari arah hidup yang ia pilih setelah menjadi mualaf dan semakin aktif di lingkungan keagamaan.
Source: www.viva.co.id






