Label HDMI 2.2 akan jadi nilai jual baru di TV, monitor, dan perangkat gaming, tetapi angka versinya tidak otomatis berarti performa tertinggi. Pembeli justru perlu membaca rincian port dengan lebih teliti agar tidak salah menilai kemampuan perangkat.
Masalah utamanya ada pada bandwidth. HDMI 2.2 memang dirancang sebagai penerus HDMI 2.1 dengan kapasitas data jauh lebih besar, tetapi dukungan penuh 96Gbps tidak wajib dipakai semua produsen.
Label yang sama, kemampuan bisa berbeda
Di atas kertas, HDMI 2.2 membawa lompatan besar dari HDMI 2.1 yang mentok di 48Gbps. Namun, perangkat berlogo HDMI 2.2 masih boleh berjalan di salah satu dari tiga tingkat bandwidth, yaitu 64Gbps, 80Gbps, atau 96Gbps.
Artinya, tulisan HDMI 2.2 di kemasan tidak cukup untuk memastikan semua port punya kemampuan yang sama. Situasi ini mengingatkan pada era HDMI 2.1, ketika banyak TV premium juga tidak memberi dukungan penuh di semua port.
Karena itu, pembeli perlu mengecek detail seperti jumlah port dengan spesifikasi tertinggi, batas bandwidth tiap port, dan fitur tampilan yang benar-benar aktif. Informasi kecil semacam ini bisa jauh lebih menentukan nilai sebuah TV dibanding angka versi semata.
Janji besar HDMI 2.2
HDMI 2.2 menjanjikan ruang lebih lega untuk resolusi tinggi dan refresh rate ekstrem. Standar ini mendukung 4K tanpa kompresi pada 240Hz, 8K tanpa kompresi pada 60Hz, serta 4K pada 480Hz dengan chroma subsampling.
Saat Display Stream Compression diaktifkan, kemampuannya meluas lagi. Spesifikasi ini disebut mampu mendukung skenario seperti 8K 240Hz dan refresh rate 1440p di atas 1.000Hz.
HDMI Organization juga menyebut pengujian untuk sejumlah TV 4K 240Hz sedang berlangsung. Ini menunjukkan bahwa fokus HDMI 2.2 bukan hanya pada resolusi tinggi, tetapi juga pada tampilan bergerak cepat yang lebih mulus untuk game dan konten visual lain.
Bukan cuma soal gambar
HDMI 2.2 juga membawa fitur baru bernama LIP atau Latency Indication Protocol. Fitur ini ditujukan untuk memperbaiki sinkronisasi audio dan video antara TV, soundbar, dan AV receiver.
Masalah sinkronisasi suara dan gambar masih sering muncul di banyak sistem home theater. Karena itu, LIP bisa menjadi tambahan penting bagi pengguna yang lebih peduli pada pengalaman menonton film dan serial.
Di sisi teknis, standar ini juga melanjutkan evolusi dari perubahan besar yang sudah dimulai pada HDMI 2.1, ketika HDMI meninggalkan pensinyalan lama TMDS dan beralih ke Fixed Rate Link atau FRL.
HDMI 2.2 menambahkan FRL2 sebagai pengembangan berikutnya. Pendekatan ini dinilai bisa membantu proses adopsi lebih mulus dan diharapkan mengurangi masalah kompatibilitas yang sempat muncul pada masa awal HDMI 2.1.
Kapan perangkatnya hadir
HDMI 2.2 pertama kali diperkenalkan di CES 2025 dan dirilis pada tahun yang sama. Menurut Rob Tobias, CEO dan president HDMI Licensing Administrator, pembuat chip sudah menyiapkan sampel silikon FRL2, sementara proses sertifikasi dan pengujian sedang berjalan, seperti dilaporkan FlatpanelsHD.
Jadwal itu dianggap mirip dengan transisi HDMI 2.1. Standar tersebut diumumkan pada 2017, tetapi baru muncul di TV OLED LG sekitar dua tahun kemudian.
Dengan pola serupa, perangkat HDMI 2.2 diperkirakan mulai berdatangan pada 2027. Pasar masih punya waktu sebelum label baru ini benar-benar masuk ke banyak produk, tetapi ekspektasi konsumen sebaiknya dibangun sejak sekarang.
Saat TV dengan HDMI 2.2 mulai dijual nanti, angka versi tidak akan cukup untuk menilai kualitas port yang ditawarkan. Bagi pembeli yang ingin perangkat tahan lama untuk konsol, PC, dan sistem audio modern, lembar spesifikasi akan menjadi bagian paling penting sebelum memutuskan membeli.
