Harga perak Antam pada Jumat, 24 April 2026, tercatat melemah tipis dan mengikuti koreksi harga perak di pasar global. Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Logam Mulia, harga perak batangan Antam bergerak di kisaran Rp32.000 hingga Rp33.000 per gram.
Tekanan utama datang dari penurunan harga perak internasional yang terkoreksi ke level US$ 2,42 per gram atau setara dengan US$ 75,36 per troy ons. Pelemahan 3,30 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya ikut menekan harga jual di pasar domestik, termasuk produk perak cetakan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Harga perak Antam di gerai resmi
Pergerakan harga di pasar global langsung tercermin pada harga perak fisik yang dijual di gerai resmi. Investor yang memantau pasar hari ini perlu melihat selisih antara harga dasar dan harga setelah dikenakan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN.
Data Logam Mulia menunjukkan perak batangan 250 gram dibanderol Rp8.556.250 untuk harga dasar dan Rp9.497.438 setelah PPN 11 persen. Untuk ukuran 500 gram, harga dasarnya berada di Rp16.312.500 dan menjadi Rp18.106.875 setelah pajak.
Untuk produk perak edisi khusus berbobot 31,1 gram, harga dasar tercatat Rp1.219.482. Setelah dikenakan PPN 11 persen, nilainya menjadi Rp1.353.625.
Tekanan global masih dominan
Kondisi pasar hari ini menunjukkan bahwa harga perak domestik masih sangat dipengaruhi arah perdagangan internasional. Penguatan indeks dolar Amerika Serikat memberi tekanan tambahan karena membuat komoditas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Selain itu, pasokan global dan sentimen kebijakan moneter ikut menentukan arah harga. Laporan pasar dari Logam Mulia menyebut, “Harga perak global sangat sensitif terhadap data inflasi dan suku bunga bank sentral,” sehingga perubahan harian seperti yang terjadi hari ini dinilai masih wajar di pasar komoditas.
Dalam satu pekan terakhir, pergerakan harga perak juga terlihat dinamis. Data perbandingan menunjukkan harga per gram sempat menyentuh Rp32.625 pada periode November 2025, sebelum memasuki fase yang lebih dipengaruhi kebijakan moneter global dan permintaan industri pada kuartal kedua 2026.
PPN membuat harga beli lebih tinggi
Masyarakat yang ingin membeli perak batangan perlu memperhitungkan PPN sebesar 11 persen. Ketentuan ini membuat harga akhir di gerai resmi lebih tinggi daripada harga dasar yang tercantum pada data pasar.
Perbedaan tersebut penting dipahami agar pembeli tidak salah membaca nominal transaksi. Skema pajak perak juga berbeda dengan emas batangan, sehingga calon investor perlu mencermati harga dasar dan harga setelah pajak sebelum memutuskan pembelian.
Minat investor masih terjaga
Meski harga turun tipis, perak masih menarik perhatian investor ritel. Logam putih ini kerap dipilih sebagai aset lindung nilai yang lebih terjangkau dibandingkan emas, terutama bagi investor pemula yang ingin mulai melakukan diversifikasi portofolio.
Perak juga dikenal memiliki likuiditas yang cukup baik di pasar sekunder. Di saat yang sama, permintaan industri untuk panel surya dan komponen elektronik tetap memberi dukungan terhadap pasar fisik logam ini.
Pelaku pasar kini masih memantau arah harga perak internasional untuk mencari momentum beli yang sesuai. Di tingkat butik atau gerai fisik Antam, harga dapat sedikit berbeda tergantung lokasi dan biaya logistik, sehingga transaksi tetap sebaiknya mengacu pada informasi resmi dari Logam Mulia sebelum pembelian dilakukan.
