Harapan melihat harga HP kembali murah dalam waktu dekat tampaknya harus ditahan lebih lama. Tekanan bukan hanya datang dari penguatan dollar AS, tetapi juga dari industri AI yang menyedot komponen penting seperti RAM dan memori internal.
Akibatnya, pasar ponsel menghadapi beban ganda yang membuat harga sulit turun signifikan. Kondisi ini disebut bisa bertahan hingga 2027, selama pasokan komponen belum kembali normal.
AI Ikut Berebut Komponen Ponsel
Selama ini, pelemahan rupiah sering dianggap sebagai penyebab utama naiknya harga HP. Itu memang berpengaruh besar karena hampir semua komponen ponsel dibeli dengan dollar AS.
Namun, masalahnya kini jauh lebih luas. Menurut pantauan yang dibagikan konten kreator gadget Kisen Kumar, industri AI sedang menyerap pasokan RAM dan memori internal secara masif, sehingga smartphone ikut kekurangan ruang pasokan.
Komponen itu diprioritaskan ke pusat data AI karena segmen tersebut dinilai lebih menguntungkan bagi vendor. Saat permintaan dari AI naik, produsen ponsel harus bersaing lebih ketat untuk mendapatkan bahan baku yang sama.
Situasi ini membuat biaya produksi meningkat dan ruang untuk menahan harga jadi makin sempit. Dalam kondisi seperti ini, kenaikan kecil di tingkat komponen bisa berlanjut ke harga jual global.
Efeknya Tidak Berhenti Di Indonesia
Kenaikan harga komponen bukan hanya urusan pasar lokal. Saat biaya bahan baku naik di tingkat global, produsen akan kesulitan menjaga harga retail tetap rendah di banyak negara, termasuk Indonesia.
Tekanan itu menjadi lebih berat ketika kurs rupiah ikut melemah. Biaya komponen yang naik dan pembayaran yang banyak memakai dollar AS membuat distributor serta produsen semakin sulit mempertahankan harga lama.
| Faktor Tekanan | Dampak ke Pasar HP |
|---|---|
| Penguatan dollar AS | Biaya impor komponen naik dan harga jual ikut tertekan |
| Lonjakan kebutuhan AI | Pasokan RAM dan memori internal tersedot ke pusat data AI |
| Kenaikan biaya produksi global | Harga retail sulit ditahan tetap rendah di banyak negara |
Harga Murah Yang Muncul Belum Tentu Tren Baru
Penurunan harga yang kadang terlihat di etalase tidak selalu berarti biaya produksi sudah membaik. Menurut penjelasan Kisen Kumar, harga yang lebih rendah biasanya muncul karena diskon, promo e-commerce, atau penjualan stok lama.
Artinya, harga promo dan harga normal tetap dua hal yang berbeda. Model baru bahkan sering datang dengan banderol lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya karena biaya komponen, chipset, dan memori terus naik.
Perkiraan Bertahan Hingga Akhir 2027
Beberapa lembaga riset seperti IDC dan Gartner memperkirakan krisis pasokan ini masih berlanjut hingga akhir 2027. Selama harga komponen belum kembali normal, produsen HP akan sulit menurunkan harga secara signifikan.
Konsumen mungkin masih sesekali menemukan penyesuaian harga antar-model, tetapi itu bukan tanda bahwa ongkos produksi sudah membaik. Selama rupiah masih berfluktuasi dan komponen teknologi tetap diperebutkan oleh bisnis AI, harga smartphone diperkirakan belum akan kembali murah dalam beberapa bulan ke depan.
