Hanung Paksa Manoj Keluar Dari Zona Nyaman, Children Of Heaven Dirombak Jadi Realis

Hanung Bramantyo mengambil langkah yang tidak biasa saat menggarap Children of Heaven versi Indonesia. Ia sengaja menjauh dari gaya visual megah yang selama ini lekat dengan MD Pictures agar film tetap terasa realistis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sikap itu membuat proses kreatif film berjalan di luar kebiasaan produser Manoj Punjabi. Namun setelah menonton hasil akhirnya, Manoj justru mengaku puas, terutama pada 20 menit terakhir yang menurutnya sangat tegang dan emosional.

Menjaga ruh realisme dari film asli

Sejak awal, Hanung sudah memberi tahu Manoj bahwa film ini tidak akan dibentuk dengan pola yang formulaik. Ia menilai Children of Heaven harus tetap mempertahankan ruh neorealisme seperti film aslinya dari Iran.

Hanung juga melihat tantangan terbesarnya ada pada upaya mengubah kebiasaan estetika rumah produksi yang selama ini dikenal tampil sinematik dan besar. Menurut dia, perubahan itu sangat drastis karena menyentuh cara pandang visual yang sudah terbentuk lama.

Ia mengatakan pendekatan film Iran sangat kuat pada realisme, berbeda dengan film yang cenderung menonjolkan penekanan dramatik. Karena itu, Hanung memilih meminimalkan polesan agar emosi film tetap mengalir alami.

Komedi disisipkan agar lebih dekat ke penonton Indonesia

Meski mempertahankan realisme, Hanung tidak menyalin film Iran secara mentah. Ia memasukkan unsur komedi lewat para komika seperti Muhadkly Acho, Dodit Mulyanto, dan Oki Rengga agar film terasa lebih akrab bagi penonton Indonesia.

Hanung menilai masyarakat Indonesia terbiasa dengan tontonan yang memadukan cerita kuat, sentuhan emosional, dan kelucuan. Ia menyebut pola itu sudah lama hidup dalam seni pertunjukan seperti Lenong dan Ketoprak.

Menurut Hanung, unsur humor bukan sekadar tempelan. Ia menempatkannya sebagai bagian dari upaya membuat film terasa lengkap tanpa kehilangan kedekatan budaya.

Manoj Punjabi puas dengan hasil akhir

Respons Manoj terhadap film ini sangat positif. Saat gala premiere di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ia mengaku bagian 20 menit terakhir membuatnya berkeringat karena tegang.

Manoj juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengubah jajaran pemain yang sudah dipilih. Ia menyebut seluruh casting terasa tepat dan selaras dengan kebutuhan cerita.

Ia bahkan mengatakan tidak akan mengganti apa pun jika punya “time capsule” untuk kembali ke proses pemilihan pemain. Bagi Manoj, susunan pemeran yang ada sudah berada di posisi yang benar.

Perhatian khusus untuk pemain anak

Di luar urusan gaya penyutradaraan, Hanung memberi perhatian besar pada kondisi kerja para pemain anak. Ia membuat aturan syuting yang sehat dan membatasi jam kerja agar mereka tidak kelelahan.

Hanung menyebut syuting dimulai pagi hingga sore, lalu ada jeda istirahat. Jika ada adegan malam, pemeran anak tidak boleh dipanggil sejak pagi dan harus diberi waktu istirahat terlebih dahulu.

Untuk adegan yang membutuhkan lari jarak jauh atau long shot, Hanung juga menyiapkan body double. Langkah itu dipakai agar Jared Ali sebagai pemeran utama tidak diforsir terlalu berat.

Meski begitu, kendala fisik tetap muncul di lokasi syuting. Pada hari pertama syuting adegan maraton, Jared Ali mendadak tidak bisa melanjutkan karena kakinya cantengan.

Hanung menjelaskan, sepatu Jared tetap basah selama proses continuity dan tidak dilepas bahkan saat menunggu. Kondisi itu membuat infeksi muncul dan syuting harus dihentikan sementara.

Film keluarga dengan misi sosial

Children of Heaven versi Indonesia diadaptasi dari karya asli Majid Majidi dan diposisikan sebagai film drama keluarga. Film ini dibintangi Jared Ali dan Humaira Zahra, dengan dukungan Andri Mashadi, Faradina Mufti, serta deretan komika yang memberi warna pada cerita.

Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 27 Mei 2026. Selain membawa kisah keluarga, film ini juga mengusung misi sosial melalui gerakan donasi sepatu untuk anak-anak sekolah yang membutuhkan di berbagai daerah terpencil.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button