Hannah Al Rashid kembali masuk ke dunia film aksi lewat proyek terbaru garapan Mike Wiluan. Film yang diproduksi Catchplay+ dan Infinite Studios itu masih berada di tahap pasca-produksi, tetapi sudah mempertemukan Hannah dengan deretan nama yang cukup kuat di layar.
Dalam proyek yang judulnya belum diumumkan ke publik itu, Hannah akan beradu peran dengan Alexandra Gottardo, Dwi Sasono, dan Samo Rafael. Kehadiran para pemain ini membuat film tersebut langsung menarik perhatian, terutama karena Hannah kembali ke genre yang sudah lama lekat dengan dirinya.
Kembali ke ritme aksi yang lama ditinggalkan
Hannah mengaku sudah cukup lama tidak kembali ke film aksi di Indonesia. Ia menyebut pengalaman terakhirnya di film action lokal adalah The Night Comes for Us, meski proses syuting film itu berlangsung lebih awal.
Sebelum proyek bersama Mike Wiluan ini, Hannah juga sempat terlibat dalam proyek aksi Sony di London pada 2020. Pengalaman itu membuatnya tetap berada dekat dengan genre yang menuntut kesiapan fisik tinggi, meski jeda di antara proyek-proyek tersebut terbilang panjang.
Latihan fisik tetap harus diulang dari awal
Meski memiliki dasar beladiri pencak silat, Hannah tidak bisa mengandalkan pengalaman lama begitu saja. Ia menjelaskan bahwa memori tubuhnya memang masih ada, tetapi latihan tetap dijalani panjang bersama para pemain lain agar ritme fisik seluruh pemeran seragam.
Tim produksi juga menyiapkan banyak workshop dan menaikkan intensitas latihan fisik. Menurut Hannah, tuntutan film aksi selalu tinggi dan tantangannya terasa berbeda seiring bertambahnya usia, walaupun proses itu tetap dijalani dengan antusias.
Penampilan baru untuk karakter baru
Selain kembali ke adegan fisik, Hannah juga tampil dengan perubahan visual yang mencolok lewat potongan rambut mullet. Pilihan itu datang dari keinginannya sendiri untuk memberi warna yang lebih kuat pada karakter yang dimainkan.
Ia sempat berdiskusi dengan Mike Wiluan dan mendapat respons yang mendukung. Hannah menilai detail seperti rambut bisa membantu membangun identitas karakter agar terasa lebih tegas di layar.
Untuk referensi visual, ia melihat beberapa karakter perempuan dari film berlatar Deep South America serta mengacu pada sosok seperti Kristen Stewart. Langkah itu menunjukkan bahwa pembangunan karakter dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya lewat dialog dan adegan aksi.
Masih menunggu judul resmi film
Proyek ini juga menjadi bagian dari lini terbaru Catchplay+, yang sebelumnya ikut memproduksi film Indonesia Losmen Melati. Dengan posisi itu, film Hannah menambah daftar konten lokal yang disiapkan untuk tayang di layar lebar sebelum masuk ke ranah platform.
Sampai saat ini, publik masih menunggu judul resmi film tersebut sementara proses pasca-produksi terus berjalan. Nama-nama seperti Hannah Al Rashid, Alexandra Gottardo, Dwi Sasono, dan Samo Rafael membuat proyek ini patut dicermati, apalagi karena kembali mempertemukan Hannah dengan genre aksi yang sudah menjadi salah satu kekuatannya.
