Cedera hamstring serius yang dialami Estevao membuat masa depannya menuju Piala Dunia 2026 berada dalam situasi yang rawan. Penyerang muda Brasil itu harus meninggalkan laga Chelsea melawan Manchester United lebih cepat setelah hanya tampil 16 menit, lalu hasil pemeriksaan medis menunjukkan pemulihan minimal dua bulan.
Kondisi tersebut langsung memunculkan pertanyaan besar soal peluangnya mempertahankan tempat di tim nasional Brasil. Di level turnamen sebesar Piala Dunia, kebugaran penuh menjadi syarat utama karena pelatih tidak bisa mengambil risiko terhadap pemain yang belum benar-benar pulih.
Ancaman nyata untuk posisi di Tim Samba
Situasi Estevao dinilai bisa berdampak langsung pada daftar skuad Brasil. Carlo Ancelotti disebut berpotensi tidak memasukkan namanya bila proses pemulihan berjalan lambat, karena kompetisi antarpemain di lini depan berlangsung sangat ketat.
Brasil juga memiliki banyak pilihan penyerang yang sudah lebih dulu dikenal publik. Vinicius Junior, Gabriel Martinelli, Matheus Cunha, Joao Pedro, dan Luiz Henrique menjadi deretan nama yang membuat persaingan semakin berat bagi pemain berusia muda itu.
Kondisi ini membuat absennya Estevao tidak serta-merta menjadi masalah besar bagi Selecao. Kedalaman skuad Brasil masih cukup kuat, sehingga pelatih dapat mencari opsi lain yang dinilai lebih siap secara fisik dan mental.
Persaingan terbuka, tetapi tidak mudah
Selain nama-nama utama tadi, Ancelotti juga disebut bisa melirik pemain lain seperti Igor Thiago dan Rayan. Artinya, pintu ke skuad Brasil masih terbuka, tetapi setiap kandidat harus memperlihatkan performa yang konsisten dan meyakinkan.
Bagi Estevao, waktu menjadi faktor yang sangat penting. Pemulihan hamstring yang memakan waktu panjang dikhawatirkan mengganggu ritme bermain, menit tampil, dan tingkat kebugarannya di level klub.
Dalam konteks seleksi tim nasional, kondisi itu bisa merugikan. Pemain yang baru kembali dari cedera biasanya memerlukan waktu tambahan untuk mencapai performa terbaik, sementara persaingan menuju turnamen besar berlangsung tanpa banyak toleransi.
Neymar ikut mendapat keuntungan situasi
Cedera Estevao juga memberi dampak tidak langsung pada peluang Neymar. Penyerang Santos itu kembali masuk perbincangan karena masih memiliki ambisi tampil di Piala Dunia 2026, meski konsistensinya sempat terganggu oleh masalah fisik.
Ancelotti sebelumnya memberi sinyal bahwa Neymar perlu membuktikan diri dalam waktu dua bulan jika ingin lolos seleksi penyerang Brasil. Syarat itu menambah tekanan, tetapi sekaligus membuka peluang bagi sang veteran untuk menunjukkan bahwa dirinya masih layak dipertimbangkan.
Neymar terakhir kali membela Brasil pada 2023 sebelum mengalami cedera ACL yang membuatnya menepi cukup lama. Meski begitu, statusnya tetap penting karena ia masih memegang rekor top scorer sepanjang masa Brasil dengan 79 gol dari 128 penampilan resmi.
Brasil menimbang kebutuhan dan risiko
Brasil kini berada dalam fase yang menuntut keseimbangan antara regenerasi dan pengalaman. Nama-nama muda terus muncul, tetapi tim juga membutuhkan pemain yang siap tampil dalam laga besar tanpa hambatan kebugaran.
Bagi Estevao, tantangan terbesarnya bukan hanya pulih dari cedera, tetapi juga kembali merebut kepercayaan dari tim pelatih. Jika ia mampu pulih tepat waktu dan kembali tampil stabil di level klub, peluang menuju Piala Dunia 2026 masih terbuka, meski jalan yang harus dilewati kini jauh lebih berat.







