LinkedIn kini berada di posisi paling menonjol dalam banjir konten buatan AI di media sosial. Riset terbaru Pangram Labs menemukan lebih dari 40 persen unggahan panjang di platform itu, atau unggahan di atas 250 kata, dibuat sepenuhnya oleh kecerdasan buatan.
Temuan tersebut menempatkan LinkedIn di atas platform lain yang ikut dianalisis, yakni X, Substack, Medium, dan Reddit. Pangram Labs memindai lebih dari 1 juta unggahan untuk melihat seberapa jauh AI sudah masuk ke ruang publik digital.
LinkedIn menyumbang porsi terbesar
Meski hanya mencakup sekitar sepertiga dari materi yang dipindai, LinkedIn justru menyumbang hampir dua pertiga atau 62 persen dari seluruh konten AI yang ditandai sistem Pangram Labs. Data ini menunjukkan bahwa platform profesional itu menjadi salah satu ruang yang paling rentan terhadap konten AI.
| Platform | Temuan Utama | Catatan |
|---|---|---|
| Lebih dari 40 persen unggahan panjang dibuat sepenuhnya oleh AI | Menyumbang 62 persen dari seluruh konten AI yang ditandai | |
| X | 23,9 persen artikel sepenuhnya dibuat AI | 22,9 persen konten campuran AI-manusia, 53,2 persen tulisan manusia |
| Substack | Paling sedikit terdampak | Unggahan panjang lebih jarang dibuat AI dibanding platform lain |
Konten panjang lebih rentan disusun AI
Pangram Labs juga menemukan bahwa unggahan yang lebih panjang lebih berpeluang dibuat AI dibandingkan unggahan pendek. Dalam studi itu, satu dari empat unggahan panjang di berbagai platform ditandai sebagai konten buatan AI sepenuhnya.
Pola tersebut membuat format tulisan panjang menjadi titik rawan. Di LinkedIn, risiko itu terlihat semakin besar karena platform ini banyak dipakai untuk membangun reputasi profesional dan menyampaikan pandangan kerja.
X paling tinggi jika konten campuran ikut dihitung
Jika konten campuran buatan manusia dan AI ikut dihitung, X menjadi platform dengan proporsi konten AI tertinggi. Pangram Labs menemukan 23,9 persen artikel di X sepenuhnya dibuat AI dan 22,9 persen lainnya merupakan campuran AI-manusia.
Sisanya, 53,2 persen artikel di X, ditandai sebagai tulisan manusia. Data itu menunjukkan bahwa AI tidak hanya hadir dalam teks yang sepenuhnya otomatis, tetapi juga dalam tulisan yang disunting bersama manusia.
Ruang profesional dinilai lebih terbuka
Pangram Labs menilai pengguna lebih bersedia memakai AI untuk berbicara atas nama mereka di ruang profesional yang terhubung dengan identitas asli. Penggunaan itu disebut lebih rendah di platform kasual dan anonim.
CEO sekaligus salah satu pendiri Pangram Labs, Max Spero, mengatakan, “Tulisan AI kini menjadi masalah di seluruh media sosial.”
Studi ini memperlihatkan bahwa keberadaan konten AI tidak lagi terbatas pada satu platform atau satu jenis unggahan. Di LinkedIn, dampaknya justru terlihat paling besar pada tulisan yang panjang dan bernuansa profesional.
Source: www.cnnindonesia.com






