Hampir 14 Ribu Warga Padati Lapangan Banteng, Final Piala Dunia Jadi Festival UMKM

Author: Cung Media

Lapangan Banteng di Jakarta Pusat dipadati hampir 14.000 warga yang mengikuti nonton bareng final Piala Dunia pada Minggu malam. Keramaian tersebut mengubah agenda menyaksikan pertandingan menjadi Festival Rakyat Bola Gembira yang turut menghadirkan hiburan musik dan ratusan pelaku UMKM.

Antusiasme warga sudah terlihat jauh sebelum sepak mula yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/7) pukul 02.00 WIB. Pengunjung dilaporkan mulai memadati kawasan itu sejak sekitar pukul 14.00 WIB, sehingga panitia mempercepat rangkaian acara untuk mengatur kepadatan.

Ruang Publik Penuh Sejak Sore

Area tribun di sisi kanan dan kiri Lapangan Banteng telah terisi saat Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno tiba sekitar pukul 21.25 WIB. Kehadirannya menandai dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap kegiatan nonton bersama berskala besar di ruang publik.

Untuk menjangkau penonton dari berbagai sisi, panitia memasang satu layar raksasa di depan panggung utama. Sejumlah layar berukuran lebih kecil juga ditempatkan di sekitar panggung agar warga tetap dapat menyaksikan laga dari berbagai arah.

Informasi Rincian
Lokasi kegiatan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat
Perkiraan pengunjung Hampir 14.000 warga
Jadwal sepak mula Senin (20/7), pukul 02.00 WIB
Tenan UMKM Hampir 200 tenan
Titik nobar besar di Jakarta Sekitar 30 titik

Musik dan UMKM Mengiringi Nonton Bareng

Festival ini tidak hanya mengandalkan penayangan final Piala Dunia sebagai daya tarik utama. Juan Reza, Armada, dan Tipe-X ikut mengisi panggung hiburan bagi warga yang menunggu pertandingan dimulai hingga dini hari.

Hampir 200 tenan UMKM binaan Jakpreneur dan KADIN DKI Jakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pelaku usaha menjadi bagian dari upaya menghadirkan aktivitas ekonomi warga di tengah keramaian pengunjung.

Rano Karno menyebut konsep acara itu sengaja dibuat lebih luas daripada sekadar nonton bareng sepak bola. Menurutnya, perhatian besar masyarakat terhadap pertandingan menjadi alasan untuk mengemas agenda tersebut sebagai festival rakyat.

“Maka itu hari ini istilahnya Festival Rakyat Bola Gembira. Memang final sepak bola, tapi dikemas dalam festival rakyat,” kata Rano Karno di lokasi, seperti dilaporkan detikcom.

Kolaborasi untuk Agenda Hingga Dini Hari

Nonton bareng di Lapangan Banteng merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, TVRI, TNI, dan Polri. Keterlibatan sejumlah lembaga itu mendukung pelaksanaan acara yang berlangsung sampai waktu pertandingan dimulai.

Lapangan Banteng menjadi salah satu titik utama agenda nonton bersama di ibu kota pada hari yang sama. Di luar lokasi tersebut, terdapat sekitar 30 titik nobar besar lain di berbagai wilayah Jakarta, belum termasuk kegiatan nonton bersama dalam skala lebih kecil.

Rano Karno menilai festival seperti ini membuka ruang pertemuan antara hiburan, sepak bola, dan kegiatan ekonomi masyarakat. Padatnya pengunjung juga menunjukkan tingginya minat warga Jakarta untuk menyaksikan pertandingan bersama di ruang publik.

Source: news.detik.com
Terbaru