GWM Makin Tertinggal di Indonesia, Penjualan Mei Turun ke Titik Terendah

GWM kembali menutup Mei dengan catatan yang kurang meyakinkan di Indonesia. Merek asal Tiongkok itu hanya mencatat 176 unit penjualan retail, turun 23,8 persen dibanding April yang masih berada di angka 231 unit.

Angka tersebut sekaligus menjadi titik terendah GWM sepanjang Januari-Mei 2026. Tren pelemahan ini sudah terlihat sejak Februari, ketika penjualan sempat mencapai 350 unit sebelum bergerak turun dalam beberapa bulan berikutnya.

Masih tertinggal dari sesama merek Cina

Di pasar Indonesia, posisi GWM belum sekuat beberapa merek Tiongkok lain yang bergerak lebih agresif. Sepanjang Januari-Mei 2026, total penjualan retail GWM tercatat 1.229 unit.

Jumlah itu masih jauh di bawah Geely yang membukukan 6.148 unit, Chery 5.458 unit, dan Denza 1.703 unit. Peta ini memperlihatkan bahwa GWM masih harus mengejar daya saing di tengah persaingan merek Cina yang semakin padat.

SUV dan diesel jadi andalan

GWM saat ini menjual kendaraan listrik murni, hybrid, dan diesel, tetapi fokus utamanya tetap mengarah ke SUV. Segmen ini masih dianggap lebih dekat dengan selera pasar Indonesia dibandingkan pilihan lain yang ditawarkan pabrikan tersebut.

Respons pasar terhadap mesin diesel juga terlihat lebih kuat dibanding hybrid. GWM sempat menghadirkan varian hybrid dari SUV GWM Tank 300, tetapi sepanjang 2025 tipe diesel mencatat hasil yang lebih positif.

Wholesales GWM Tank 300 Diesel pada 2025 mencapai 592 unit, sementara varian hybrid hanya 241 unit. Perbedaan itu membuat GWM melanjutkan strategi di lini diesel dengan menghadirkan Tank 500 Diesel.

“Penjualan Tank 300 Diesel bahkan jauh melampaui yang mobil hybrid, akhirnya kita ulang kembali hal tersebut dengan Tank 500 Diesel,” kata Bagus Susanto, Interim Managing Director Inchcape Indonesia, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pergerakan penjualan sepanjang awal 2026

Rangkaian penjualan retail GWM pada lima bulan pertama 2026 bergerak fluktuatif, tetapi arah besarnya tetap menurun. Januari tercatat 211 unit, lalu naik ke 350 unit pada Februari sebelum turun ke 261 unit pada Maret.

Setelah itu, penjualan berlanjut ke 231 unit pada April dan turun lagi ke 176 unit pada Mei. Pola ini menegaskan bahwa pasar GWM masih belum stabil, meski elektrifikasi terus berkembang di Indonesia.

Di sisi lain, hasil yang lebih baik pada mesin diesel menunjukkan bahwa konsumen GWM di Indonesia belum sepenuhnya bergerak ke hybrid atau kendaraan listrik murni. Dalam situasi persaingan yang makin ketat, langkah penguatan produk berbasis SUV diesel tampaknya menjadi jalur yang paling realistis bagi GWM saat ini.

Source: otomotif.katadata.co.id

Terkait