Menjelang tahun ajaran 2026/2027, guru di Jawa Timur diminta tidak sekadar menunggu kelas kembali aktif. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur meminta masa libur sekolah dimanfaatkan untuk menyiapkan pembelajaran yang lebih kompeten, kreatif, dan adaptif.
Pesannya jelas, masa jeda 22 Juni hingga 12 Juli 2026 bukan hanya ruang istirahat. Periode itu diposisikan sebagai waktu penting untuk memperkuat kualitas guru sebelum murid kembali ke kelas pada 13 Juli.
Libur sekolah dipakai untuk berbenah
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menegaskan, guru perlu menggunakan waktu luang untuk refleksi pembelajaran, menyusun perangkat ajar, dan memperkuat karakter pendidik. Menurut dia, masa depan Jawa Timur ikut ditentukan oleh guru yang terus bertumbuh dan tidak berhenti belajar.
Dindik Jatim juga menyoroti tantangan pendidikan yang kian kompleks. Perkembangan artificial intelligence, perubahan karakter belajar siswa, serta tuntutan metode yang lebih menarik membuat guru harus lebih cepat beradaptasi.
Karena itu, sekolah diharapkan menyambut tahun ajaran baru dengan persiapan yang lebih rapi. Guru diminta hadir dengan pendekatan yang lebih kreatif dan mampu menginspirasi murid di kelas.
Pemetaan siswa dan refleksi mengajar
Salah satu langkah yang didorong adalah pemetaan kemampuan awal siswa melalui tes diagnostik. Guru juga diminta menyusun program adaptasi peserta didik baru, memperkuat literasi sekolah, dan menetapkan target capaian pembelajaran.
Di sisi lain, Dindik Jatim meminta sekolah menjalankan pekan refleksi pembelajaran. Dalam agenda ini, guru mengevaluasi proses belajar selama satu tahun terakhir, mulai dari efektivitas metode pengajaran hingga kendala yang dihadapi dalam kelas.
Hasil evaluasi itu kemudian dituangkan ke dalam lembar refleksi guru, rencana perbaikan pembelajaran, dan target peningkatan kualitas belajar murid. Pola ini diharapkan membuat perbaikan mengajar berjalan lebih sistematis.
Gerakan satu inovasi dari setiap guru
Untuk mendorong pembaruan di kelas, Dindik Jatim menggalakkan Gerakan Satu Guru Satu Inovasi. Melalui program ini, setiap guru didorong menghasilkan minimal satu media pembelajaran baru, satu metode mengajar baru, satu video pembelajaran, dan satu proyek pembelajaran kontekstual.
Program itu dipandang sebagai cara untuk menjaga pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan murid. Inovasi juga diharapkan memperkaya cara guru menyampaikan materi agar lebih mudah dipahami.
Dindik Jatim menyiapkan sejumlah materi penguatan kompetensi yang perlu dipelajari guru, termasuk deep learning, active learning, project based learning, teaching with AI, dan public speaking.
Masa libur diarahkan lebih produktif
Selain fokus pada pembelajaran, masa libur juga diarahkan agar lebih produktif melalui kegiatan membaca dan menulis. Topik yang disarankan mencakup kepemimpinan, pendidikan, motivasi, dan teknologi pembelajaran.
Dengan berbagai langkah itu, Dindik Jatim berharap guru kembali ke sekolah dalam kondisi lebih siap. Pembelajaran di Jawa Timur pun ditargetkan menjadi lebih inovatif, bermakna, dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan.
