
Pertanyaan “Gunung Dukono di mana?” kembali ramai setelah erupsi dahsyat gunung api itu memicu kabar duka dan evakuasi darurat. Gunung Dukono berada di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, tepatnya di bagian utara Pulau Halmahera.
Nama gunung ini sudah lama melekat dengan status aktivitas vulkanik yang tinggi. Karena itu, setiap kabar erupsi Dukono langsung menjadi perhatian otoritas kebencanaan dan masyarakat sekitar.
Lokasi dan akses pendakian
Pendaki biasanya menuju Gunung Dukono dari Tobelo. Dari kota itu, jalur awal yang umum dipakai adalah Desa Mamuya dan Desa Ruko.
Perjalanan ke area kawah aktif memerlukan waktu sekitar 5 hingga 7 jam berjalan kaki. Medannya berupa pasir vulkanis yang berat, sehingga pendakian terasa jauh lebih menantang daripada yang terlihat dari ketinggian gunungnya.
Gunung Dukono memiliki ketinggian 1.185 meter di atas permukaan laut. Meski tidak tergolong tinggi dibanding banyak gunung lain, tingkat bahayanya jauh lebih besar karena aktivitas vulkaniknya sangat intens.
Gunung yang hampir tak pernah tenang
Catatan vulkanologi menunjukkan Dukono sudah mengalami erupsi sejak 1933. Sejak itu, gunung ini hampir tidak pernah benar-benar tenang.
Dalam aktivitas hariannya, Dukono dapat melepaskan abu, gas sulfur, dan bom vulkanik kecil. Kondisi itu membuatnya masuk kelompok gunung api yang sangat diperhatikan oleh PVMBG.
Lanskap kawahnya juga dikenal khas. Area itu luas, gelap, dan kerap disebut mirip permukaan bulan karena dipenuhi material vulkanik.
Namun, keunikan tersebut juga menyimpan risiko besar. PVMBG hampir selalu menetapkan status waspada atau siaga serta memberi rekomendasi jarak aman yang ketat bagi masyarakat dan pendaki.
Erupsi dahsyat dan korban jiwa
Pada Jumat, 8 Mei 2026, Gunung Dukono mengalami erupsi besar. Letusan terjadi pukul 07.41 WIT dan menyemburkan kolom abu vulkanik kelabu hingga hitam pekat setinggi 10.000 meter ke angkasa.
Erupsi itu terjadi ketika sejumlah pendaki dilaporkan berada dekat area puncak. Padahal, jalur pendakian sudah ditutup demi alasan keselamatan.
Berdasarkan laporan resmi dari BNPB dan Kepolisian Resor Halmahera Utara, peristiwa itu menelan tiga korban jiwa. Korban terdiri dari dua warga negara Singapura dan satu warga negara Indonesia asal Jayapura.
Tim SAR gabungan langsung bergerak setelah menerima sinyal darurat dari perangkat GPS Garmin milik pendaki. Unsur Basarnas Ternate, BPBD Halmahera Utara, TNI, Polri, dan masyarakat setempat ikut dikerahkan ke lokasi.
Sebanyak 17 pendaki berhasil diselamatkan dari area terdampak. Korban luka kemudian dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk mendapat penanganan.
Peringatan keselamatan yang kembali menguat
Peristiwa ini menegaskan bahwa Dukono bukan destinasi pendakian biasa. Aktivitas vulkaniknya menuntut kepatuhan penuh terhadap semua rekomendasi keselamatan dari PVMBG.
Pihak berwenang meminta masyarakat, wisatawan, dan komunitas pecinta alam untuk tidak mendekati kawah dalam radius aman yang telah ditetapkan. Imbauan ini penting agar tidak muncul korban tambahan di kemudian hari.
Bagi warga yang ingin mengetahui Gunung Dukono di mana, jawabannya bukan hanya soal lokasi di peta. Gunung ini berada di utara Pulau Halmahera, tetapi juga berdiri sebagai salah satu gunung api paling dinamis di Indonesia dengan risiko yang selalu mengintai.
Source: www.suara.com




