
GSrek Indonesia Jakarta Chapter memilih cara berbeda untuk menandai Homecoming Sumba 2026. Di tengah agenda lintas wilayah itu, rombongan membawa misi sosial yang fokus pada pendidikan di Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan ini juga diperkuat kolaborasi dengan Telkomsel, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada perjalanan komunitas semata. Sebanyak 81 peserta terlibat dalam rombongan yang menyalurkan bantuan perlengkapan pendidikan sekaligus menghadirkan kelas interaktif untuk siswa di sejumlah sekolah.
Di berbagai wilayah Sumba, akses terhadap sarana penunjang pendidikan masih menjadi tantangan nyata. Kondisi itu membuat perlengkapan belajar yang memadai menjadi penting untuk membantu proses belajar mengajar bagi siswa dan guru.
Ketua GSrek Indonesia Jakarta Chapter, Hendra Saputra, menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi penting yang perlu mendapat perhatian bersama. Ia menilai anak-anak di Sumba memiliki semangat belajar yang luar biasa, sehingga dukungan sederhana dapat membantu mereka lebih nyaman dan percaya diri di kelas.
Bantuan untuk tiga sekolah
Bantuan yang disalurkan berupa alat tulis dan kebutuhan belajar lainnya. Tiga sekolah penerima bantuan itu adalah SD Negeri Ndata dengan 58 murid dan 12 guru, SLB Negeri Loura dengan 77 murid serta 22 tenaga pendidik dan pegawai, dan SD Inpres Pantai Rua dengan 103 murid dan 11 guru.
Penyaluran bantuan menjadi inti dari misi sosial yang dibawa rombongan. Langkah ini diarahkan untuk mendukung akses pendidikan yang lebih layak dan inklusif di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas belajar.
Kelas interaktif untuk siswa
Kegiatan di Sumba tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Para siswa dan member GSrek juga mengikuti sesi pembelajaran interaktif berbasis permainan yang dirancang agar proses belajar terasa lebih menyenangkan.
Dalam sesi itu, siswa diajak menonton video dari YouTube yang berisi suara hewan, lalu menebak jenis hewan yang muncul. Pola belajar seperti ini ditujukan untuk membantu meningkatkan daya ingat sekaligus interaksi siswa di kelas.
Pendekatan tersebut memberi warna berbeda bagi kegiatan komunitas yang biasanya identik dengan touring. Di sini, perjalanan justru menjadi sarana untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan siswa.
Sekaligus uji jaringan di lapangan
Agenda yang sama juga dimanfaatkan untuk menguji kualitas jaringan Telkomsel di tiga wilayah berbeda di Sumba saat pembelajaran berlangsung. Pengujian ini dilakukan agar pengalaman digital tetap stabil dan dapat mendukung proses belajar berbasis internet di area tersebut.
Para peserta juga berinteraksi langsung dengan siswa dan tenaga pendidik untuk melihat kondisi kegiatan belajar mengajar di lapangan. Cara ini memberi kesempatan bagi rombongan untuk memahami kebutuhan pendidikan secara lebih dekat sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat setempat.
Telkomsel menyebut kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan kontribusi nyata bagi akses pendidikan yang lebih baik. Perusahaan itu juga menekankan pentingnya kualitas jaringan yang mendukung aktivitas digital masyarakat dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.
Homecoming Sumba 2026 pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar perjalanan komunitas. GSrek Indonesia Jakarta Chapter dan Telkomsel berharap kegiatan ini meninggalkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi generasi muda di Sumba.
Source: voi.id




