Menara Giralda di Sevilla menyimpan kisah peralihan besar yang jarang terasa sejelas ini. Bangunan yang dulu terkait erat dengan masjid agung kini berdiri sebagai simbol utama kota dan bagian penting dari katedral besar di Andalusia.
Perubahan fungsi itu membuat Giralda bukan sekadar menara lonceng, melainkan penanda sejarah dari era Islam Moor ke era Kristen Kastila. Jejak transisi itu masih terlihat kuat pada bentuk arsitektur, struktur dalam, dan detail yang bertahan hingga sekarang.
Dari menara masjid menjadi bagian katedral
Giralda mula-mula dibangun pada 1184 sebagai menara untuk Masjid Agung Sevilla pada masa dinasti Almohad. Setelah Sevilla direbut pasukan Kristen pada 1248 dalam era Reconquista, bangunan itu masuk ke fase baru sebagai bagian dari kompleks katedral.
Pembangunan menara dan kompleksnya berlangsung sangat panjang, hingga 73 tahun, dan baru rampung sepenuhnya pada 1506. Kini, bangunan tersebut berdiri sebagai salah satu gereja terbesar di dunia dengan perpaduan gaya Gotik dan Barok.
Nama yang datang dari gerakan
Nama Giralda berasal dari kata dalam bahasa Spanyol yang berarti berputar. Sebutan itu merujuk pada patung penunjuk arah angin bernama Giraldillo yang dipasang di puncak menara pada 1568.
Patung berbentuk wanita pembawa tiang bendera itu dirancang oleh Luis de Vargas, dibuat modelnya oleh Juan Bautista Vásquez, lalu dicetak dari perunggu oleh Bartolomé Morel. Meski terinspirasi dari dewi Yunani Pallas Athena, maknanya tetap diarahkan untuk melambangkan iman Kristen.
Giraldillo memiliki tinggi 4 meter dan bobot sekitar 1.500 kilogram. Bagian dalamnya dibuat kosong dan dipasang pada sumbu logam khusus agar bisa berputar saat tertiup angin.
Struktur dalam yang tidak biasa
Salah satu hal paling unik dari Giralda adalah absennya tangga di bagian dalam. Sebagai gantinya, menara ini memiliki 35 jalan landai yang mengelilingi tujuh ruangan berkubah di inti bangunan.
Jalan landai itu dibuat lebar dan tinggi agar penjaga bisa naik hingga puncak dengan menunggangi hewan seperti kuda atau keledai. Struktur menara terbagi ke dalam dua poros yang saling menumpuk, dengan poros utama di bagian bawah setinggi sekitar 50,51 meter.
Poros kedua di atasnya berukuran lebih kecil dengan tinggi 14,39 meter. Bagian ini kini diselimuti menara lonceng bergaya Renaisans yang ditambahkan oleh arsitek Hernán Ruiz pada abad ke-16.
Lonceng yang masih aktif sampai kini
Giralda sekarang memiliki 24 lonceng perunggu yang masih berfungsi. Lonceng-lonceng itu dibunyikan untuk menandai waktu atau menyambut acara keagamaan penting.
Setiap lonceng memiliki nama sendiri, dan yang terbesar disebut Santa María Mayor. Dari total itu, 18 lonceng dimainkan dengan cara diputar, sedangkan 6 lainnya menggunakan sistem pemukul.
Lonceng-lonceng tersebut digantung pada bagian menara berbentuk seperti lentera dengan lima lubang di setiap sisinya. Area tempat lonceng itu berada memiliki denah kotak dengan lebar yang sama seperti bagian utama menara di bawahnya.
Diakui dunia dan tetap jadi ikon Sevilla
Sejak 1987, Menara Giralda ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO bersama kompleks lain di dekatnya, yaitu Istana Alcázar dan Arsip Umum Hindia. Pengakuan itu menegaskan nilai sejarah dan keindahan arsitektur kawasan tersebut bagi dunia.
Hingga kini, Giralda tetap menjadi salah satu simbol paling penting bagi Sevilla dan terus menarik perhatian wisatawan yang datang untuk melihat warisan panjang kota itu.
Source: www.idntimes.com






