Kendaraan niaga menjadi penopang utama penjualan Daihatsu pada Juni 2026. Gran Max Series sendiri menyumbang 53% dari seluruh penjualan ritel merek tersebut, melampaui kontribusi model-model penumpang.
Dominasi ini memperlihatkan kebutuhan pelaku usaha terhadap kendaraan operasional masih kuat. Di tengah persaingan mobil murah, Daihatsu Gran Max menjadi model yang paling besar menopang volume penjualan perusahaan.
PT Astra Daihatsu Motor membukukan penjualan ritel 12.725 unit sepanjang Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 27% dibandingkan Juni 2025 yang tercatat sebanyak 10.001 unit.
Kenaikan volume itu juga mendorong pangsa pasar Daihatsu menjadi 17,1% pada Juni 2026. Pada bulan yang sama tahun sebelumnya, pangsa pasar merek ini berada di level 16,1%.
Gran Max Memimpin Komposisi Penjualan
Kontribusi Gran Max Series lebih dari separuh total penjualan menunjukkan kuatnya peran kendaraan komersial dalam portofolio Daihatsu. Model ini menjadi penyumbang terbesar, sedangkan kendaraan murah dan SUV mengisi posisi berikutnya.
| Model atau Segmen | Kontribusi Penjualan | Peran Utama |
|---|---|---|
| Gran Max Series | 53% | Kendaraan komersial |
| Sigra dan Ayla | 30% | Segmen LCGC |
| Terios | 10% | Segmen SUV |
Kelompok Daihatsu Sigra dan Ayla menyumbang 30% dari penjualan ritel Daihatsu pada Juni 2026. Angka itu menempatkan kedua model LCGC tersebut sebagai penopang terbesar kedua setelah Gran Max Series.
Kontribusi Sigra dan Ayla menegaskan bahwa kendaraan berbiaya terjangkau tetap berperan besar dalam menjaga penjualan. Sementara itu, Terios menyumbang 10% dan melengkapi basis penjualan Daihatsu di segmen SUV.
Komposisi tersebut menunjukkan Daihatsu tidak hanya bergantung pada satu kebutuhan pasar. Gran Max menjangkau keperluan usaha, sedangkan Sigra, Ayla, dan Terios mendukung mobilitas keluarga serta konsumen dari segmen berbeda.
Posisi Kuat di Bawah Rp 300 Juta
Menurut oto.detik.com, Daihatsu masih menjadi pilihan utama untuk kendaraan dengan harga di bawah Rp 300 juta. Posisi itu dikaitkan dengan harga yang terjangkau, efisiensi penggunaan, dan biaya kepemilikan yang ekonomis.
Jaringan layanan purnajual yang luas juga menjadi bagian dari dukungan yang ditawarkan Daihatsu kepada konsumennya. Faktor tersebut penting bagi pembeli kendaraan usaha yang membutuhkan kemudahan perawatan untuk menjaga operasional.
Di segmen LCGC, Sigra dan Ayla menjaga kontribusi volume yang cukup besar bagi merek tersebut. Kehadiran keduanya memberi pilihan kendaraan yang lebih terjangkau di samping produk komersial seperti Gran Max.
Terios, meski porsinya lebih kecil dibandingkan Gran Max Series dan LCGC, tetap memberi kontribusi pada penjualan ritel. Kehadiran SUV ini memperluas penawaran Daihatsu bagi konsumen yang mencari kendaraan di luar segmen mobil murah dan niaga.
Penjualan Semester I Mencapai 72.209 Unit
Secara kumulatif pada semester pertama 2026, penjualan ritel Daihatsu mencapai 72.209 unit. Data Gaikindo mencatat capaian tersebut setara dengan pangsa pasar 16,6%.
Raihan itu memperkuat posisi Daihatsu sebagai runner-up penjualan mobil di Indonesia. Toyota masih memimpin pasar dengan penjualan ritel sebanyak 129.925 unit pada periode yang sama.
Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor, Rokky Irvayandi, menyatakan kenaikan pangsa pasar mencerminkan kepercayaan pelanggan. Daihatsu, menurutnya, akan terus menghadirkan produk sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia serta memperluas kemudahan layanan penjualan dan purnajual.
“Kami bersyukur dapat menutup Semester I 2026 dengan peningkatan market share menjadi 17,1%,” ujar Rokky Irvayandi. “Capaian ini merupakan wujud kepercayaan pelanggan yang terus memilih Daihatsu sebagai solusi mobilitas mereka.”
Besarnya sumbangan Gran Max pada Juni menjadi penanda penting bagi strategi Daihatsu di pasar domestik. Ketika kendaraan niaga menjadi penggerak utama, model LCGC dan SUV tetap memberi fondasi penjualan untuk menjangkau kebutuhan mobilitas yang lebih luas.
