Penjualan Daihatsu pada Mei 2026 naik 25% dibandingkan Mei tahun sebelumnya. Kenaikan itu menarik perhatian karena model terlaris justru bukan LCGC seperti Ayla atau Sigra, melainkan Gran Max yang menguat di segmen niaga.
Di tengah pasar mobil murah ramah lingkungan yang masih besar, keluarga Gran Max tampil sebagai penopang utama kinerja Daihatsu sepanjang Januari-Mei 2026. Pola ini menunjukkan bahwa kendaraan komersial tetap memegang peran sentral dalam penjualan merek tersebut di Indonesia.
Gran Max jadi motor utama
Secara ritel, Daihatsu membukukan penjualan 12.531 unit pada Mei 2026. Dari Januari hingga Mei 2026, total penjualannya mencapai 59.484 unit.
Dalam periode itu, Gran Max series mencatat 30.454 unit. Angka tersebut menjadikannya model paling besar kontribusinya terhadap penjualan Daihatsu selama lima bulan pertama tahun ini.
Gran Max Pick Up terjual 20.294 unit dan menyumbang sekitar 34% dari total penjualan. Gran Max Mini Bus menyusul dengan 10.160 unit atau sekitar 17%.
Jika digabung, keduanya berkontribusi sekitar 51% terhadap total penjualan Daihatsu. Komposisi ini memperlihatkan kuatnya kebutuhan pasar terhadap kendaraan niaga ringan untuk distribusi barang dan operasional usaha.
LCGC masih penting, tetapi bukan yang teratas
Di segmen mobil penumpang, Daihatsu masih mengandalkan Sigra dan Ayla sebagai tulang punggung LCGC. Hingga Mei 2026, keduanya membukukan penjualan sekitar 17.893 unit atau sekitar 30% dari total penjualan Daihatsu.
Angka itu menegaskan bahwa Ayla dan Sigra tetap diminati banyak konsumen. Namun, kontribusinya masih kalah dari Gran Max series yang menembus lebih dari separuh penjualan merek tersebut.
Terios juga mencatat hasil yang solid dengan 6.063 unit dan kontribusi sekitar 10%. Sementara itu, Xenia, Rocky, Sirion, dan Luxio secara total menyumbang sekitar 5 ribuan unit atau sekitar 9%.
Komposisi tersebut menunjukkan portofolio Daihatsu yang tersebar di beberapa segmen. Meski begitu, kendaraan niaga tetap menjadi penggerak terbesar volume penjualan.
Produksi lokal dan jangkauan pasar ikut menopang
Daihatsu menyebut sekitar 99% kendaraan yang terjual di Indonesia merupakan produk buatan dalam negeri. Kondisi ini menegaskan besarnya peran produksi lokal dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor Sri Agung Handayani mengatakan performa positif itu didorong kepercayaan pelanggan di segmen ritel maupun fleet. Ia juga menyoroti jangkauan konsumen Daihatsu yang luas, dari wilayah urban hingga rural atau remote area.
Sri Agung menyebut kontribusi wilayah rural atau remote area bisa mencapai lebih dari 40%. Angka itu disebut lebih tinggi dibandingkan pasar otomotif nasional secara umum.
Jangkauan pasar yang luas membantu memperkuat fondasi penjualan Daihatsu di berbagai daerah. Permintaan tidak hanya datang dari kota besar, tetapi juga dari wilayah yang membutuhkan kendaraan fungsional dan produktif.
Untuk menopang layanan pelanggan, Daihatsu didukung 250 outlet, 170 bengkel resmi, 320 armada DMS, dan 3.320 part shop di lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia. Jaringan itu menjadi salah satu penopang penting bagi penjualan dan layanan purnajual.
Dengan komposisi tersebut, lonjakan penjualan ritel Daihatsu pada Mei 2026 tidak hanya mencerminkan penguatan permintaan. Data ini juga menegaskan bahwa Gran Max masih menjadi ujung tombak bisnis Daihatsu, bahkan saat LCGC tetap mempertahankan pangsa penting di pasar.
Source: oto.detik.com