Grahadi Rusak Usai Demo #IndonesiaSekarat, Pemprov Jatim Sebut Ini Kerugian untuk Warga

Kerusakan Gedung Negara Grahadi usai aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSekarat memicu respons tegas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bangunan yang menjadi simbol pemerintahan Jawa Timur sekaligus cagar budaya itu mengalami kerusakan di sejumlah bagian setelah situasi berujung ricuh.

Pemprov Jatim menilai insiden tersebut bukan sekadar kerugian bagi pemerintah, tetapi juga bagi warga Jawa Timur secara luas. Gedung Grahadi dipandang memiliki nilai sejarah dan fungsi simbolik yang tidak bisa dipisahkan dari identitas daerah.

Aksi yang Berujung Ricuh

Kericuhan disebut meninggalkan sampah, batu, serta kerusakan pada pagar dan area depan gedung. Massa sebelumnya membakar tumpukan sampah, menyalakan petasan, lalu melempar batu dan berbagai benda keras ke arah kompleks Grahadi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa bagian pagar dan sisi depan bangunan tampak terdampak lemparan benda keras. Batu dan sejumlah benda lain juga masih berserakan di halaman depan Grahadi setelah situasi mereda.

Respons Pemprov Jatim

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan aparat keamanan sudah mengendalikan situasi setelah mengedepankan pendekatan persuasif. Ia menyebut langkah tegas kemudian diambil untuk membubarkan massa setelah upaya dialog tidak membuahkan hasil.

“Ya terima kasih, tadi keamanan sudah bisa menghalau semua. Tapi mohon ini tidak terjadi lagi. Kami sudah berusaha untuk persuasif dan tentunya tadi sudah kita lakukan dengan represif sedikit untuk bisa mendorong ke sana,” kata Adhy usai meninjau kondisi Grahadi.

Adhy menegaskan kerusakan pada bangunan negara seperti Grahadi merupakan kerugian bagi semua warga. Menurut dia, simbol pemerintahan Jawa Timur itu semestinya dijaga bersama karena memiliki nilai sejarah dan arti penting bagi publik.

“Yang jelas tentu kalau ada kerusakan di bangunan negara seperti ini, ya merupakan kerugian bagi warga semua. Ini simbol dari pemerintahan Jawa Timur dirusak kembali,” ujarnya.

Renovasi yang Ikut Terdampak

Saat insiden terjadi, Gedung Grahadi diketahui tengah menjalani renovasi dan pemeliharaan. Sejumlah bagian bangunan sudah dipasangi rangka besi dan material pelindung sebelum demonstrasi berlangsung.

Pemprov Jatim memastikan kerusakan yang terjadi akan segera diperbaiki agar proyek renovasi tetap berjalan sesuai rencana. Kericuhan sendiri disebut bermula setelah massa aksi gagal bertemu dengan perwakilan pemerintah hingga menjelang malam.

Pada saat yang sama, Pemprov Jawa Timur menegaskan penyampaian aspirasi tetap menjadi hak setiap warga negara. Namun, aksi demonstrasi diharapkan berlangsung damai tanpa merusak fasilitas umum maupun bangunan bersejarah yang menjadi bagian dari identitas daerah.

Source: jatimnet.com

Terkait