GP Ansor Semarang Panen Jagung di Lahan Sewa, Langkah Kecil yang Punya Dampak Besar

GP Ansor Kota Semarang mengubah lahan sewaan seluas 1 hektar di Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, menjadi ladang jagung yang kini sudah memasuki panen kedua. Langkah ini menunjukkan bahwa gerakan ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari lahan besar milik sendiri.

Di tengah keterbatasan ruang pertanian di kota perdagangan dan jasa seperti Semarang, organisasi kepemudaan itu memilih tetap bergerak. Hasilnya, lahan yang disewa tersebut ditargetkan bisa menghasilkan sekitar 4 ton jagung untuk sekali panen dalam kondisi normal.

Ruang sempit bukan alasan berhenti bergerak

Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Arif Rahman, menjelaskan bahwa pertanian perkotaan di Semarang memang punya tantangan tersendiri. Menurut dia, model bercocok tanam di lahan sempit selama ini lebih sering dilakukan lewat media pot oleh ibu-ibu PKK, Fatayat, dan Muslimat.

GP Ansor Kota Semarang memilih jalur yang lebih menantang dengan menyewa lahan dan mengelolanya secara produktif. Panen jagung kedua itu menjadi bukti bahwa kader Ansor dan Banser tetap bisa hadir dalam kerja-kerja pangan meski berada di wilayah urban.

Jagung hibrida untuk menopang rantai pasok

Lahan tersebut ditanami jagung hibrida, bukan jagung manis. Pilihan itu diambil karena kebutuhan pakan ternak unggas di Jawa Tengah dinilai tinggi, sehingga hasil panen diharapkan ikut mendukung keberlanjutan sektor peternakan.

Arif menegaskan bahwa langkah ini juga membuktikan kader Ansor mampu mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah. Ia menilai semangat gotong royong kader di perkotaan tetap hidup meski aktivitas mereka kini merambah pertanian.

“Ini menjadi bukti bahwa kader Ansor mampu mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah,” ujarnya dalam kegiatan panen itu.

InformasiDetail
LokasiKelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Semarang
Luas lahan1 hektar
KomoditasJagung hibrida
Target hasilSekitar 4 ton per panen

Harapan untuk lahan milik pemerintah

Selain mengelola lahan sewaan, GP Ansor Kota Semarang juga berharap ada kolaborasi lebih luas dengan Pemerintah Kota Semarang. Salah satu harapannya adalah pemanfaatan lahan milik pemerintah yang belum dimanfaatkan optimal melalui kerja sama dengan organisasi masyarakat dan kelompok tani.

Arif menyebut lahan yang belum produktif bisa menjadi sumber kesejahteraan jika dikelola dengan baik. GP Ansor menyatakan siap bekerja, mengelola, dan bertanggung jawab apabila diberi kesempatan untuk mengoptimalkan aset daerah demi kemanfaatan masyarakat.

Apresiasi dari tingkat provinsi

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Muhammad Shidqon Prabowo, menilai gerakan ini sejalan dengan tagline PW Ansor Jawa Tengah, yaitu “Khodimul Ummah” atau pelayan masyarakat. Menurut dia, panen jagung itu memperlihatkan semangat pengabdian yang tidak berhenti pada slogan.

Ia juga mengapresiasi PC GP Ansor Kota Semarang yang disebutnya aktif menjalankan program dan terobosan meski belum secara resmi dilantik. Bagi Shidqon, saat kader Ansor mampu menggerakkan lahan, mendampingi petani, serta mendukung sektor pertanian dan peternakan, organisasi itu sedang menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat.

Pejabat kota hadir menyaksikan panen

Kegiatan panen jagung tersebut turut dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. Sejumlah pejabat lain juga datang, di antaranya Kabag Kesra Kota Semarang Elly Asmara, Kepala Kesbangpol Bambang Pramusinto, Kepala Dinas Pertanian Shoti`ah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Endang Sarwiningsih Setyawulan, dan Camat Mijen Suhartini.

Kehadiran mereka menandai bahwa gerakan ketahanan pangan berbasis organisasi masyarakat di Semarang mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Di tengah lahan perkotaan yang terbatas, lahan sewaan itu kini berubah menjadi ruang produksi pangan sekaligus ruang pengabdian bagi kader muda NU.

Source: berlianmedia.com
Terkait