Googlebook Premium Makin Mahal, Chromebook Murah Tetap Dipertahankan Google

Google resmi masuk ke kelas laptop premium lewat lini Googlebook, tetapi langkah itu tidak berarti Chromebook murah akan lenyap dari pasar. Google justru menegaskan bahwa perangkat di berbagai tingkatan harga tetap akan disediakan, sambil menyiapkan varian Googlebook yang lebih terjangkau di masa mendatang.

Sikap itu membuat strategi Google terlihat jelas sejak awal. Googlebook diposisikan sebagai laptop premium, sementara Chromebook tetap dipertahankan sebagai opsi ramah kantong bagi pengguna yang mencari perangkat terjangkau.

John Maletis, Wakil Presiden dan GM ChromeOS di Google, menyampaikan penegasan itu dalam wawancara dengan Chrome Unboxed. Ia mengatakan Google tetap ingin membuat teknologi dan kemampuan produktif bisa diakses di lintas titik harga, meski produk pertama dari lini baru ini menyasar kelas atas.

Dua jalur produk yang berbeda

Pemosisian Googlebook dan Chromebook tampak berjalan di dua jalur yang berbeda. Googlebook disiapkan untuk bersaing langsung dengan MacBook kelas atas Apple, bukan menggantikan laptop murah di pasar.

Di sisi lain, Chromebook tetap hadir untuk konsumen yang mengutamakan harga. Google memberi sinyal bahwa seri yang sudah ada masih menjadi bagian penting dari portofolio ChromeOS.

Pasar laptop makin condong ke premium

Langkah Google muncul ketika industri laptop sendiri sedang bergeser ke segmen yang lebih mahal. The Register melaporkan Lenovo mencatat pendapatan rekor setelah beralih ke PC premium dan menghentikan lini budget-nya.

Perubahan itu juga dipengaruhi krisis RAM yang membuat produksi laptop murah semakin tidak menguntungkan. Tekanan biaya seperti ini mendorong produsen lebih fokus pada perangkat premium dan mengurangi perhatian ke kelas bawah.

Bagi Google, kondisi tersebut bisa menjadi alasan kuat untuk memperluas strategi harga. Perusahaan tampaknya ingin menjaga kehadiran di pasar premium tanpa kehilangan pengguna yang masih mencari perangkat murah.

Laptop murah masih punya pasar

Meski kelas premium makin dominan, pilihan laptop terjangkau belum hilang dari pasar. Apple kini memiliki MacBook Neo sebagai salah satu opsi utama di kisaran harga lebih rendah.

MacBook Neo dibanderol $599 dan membawa layar Liquid Retina 13 inci beresolusi 2408 x 1506, chipset A18 Pro, RAM 8GB, SSD 256GB, serta kamera FaceTime HD 1080p. Apple juga menawarkan varian dengan TouchID dan SSD 512GB seharga $699.

Laptop itu memiliki bobot 2,7 pon dan hadir dalam warna Indigo, Blush, Citrus, dan Silver. Di luar Apple, masih ada pilihan murah dari merek lain seperti Lenovo IdeaPad Slim 3x dan Acer Aspire Go 15.

Kehadiran berbagai model itu membuat konsumen kini punya opsi di beberapa ekosistem sekaligus. Pilihannya mencakup ChromeOS, Windows, hingga macOS, tergantung kebutuhan dan anggaran.

Varian murah Googlebook belum punya jadwal

Meski sudah menjanjikan lini yang lebih terjangkau, Google belum mengungkap waktu peluncurannya. Maletis tidak bersedia menyebut kapan varian Googlebook murah akan hadir ke pasar.

Situasi ini membuat Chromebook tetap relevan untuk saat ini, terutama bagi pembeli yang tidak ingin menunggu. Di saat yang sama, krisis memori disebut masih berpotensi memburuk sepanjang 2026, sehingga tekanan harga di pasar laptop murah belum tentu mereda dalam waktu dekat.

Source: telset.id
Terkait