Google Pixel Desktop Masih Tertinggal, 5 Fitur Dasar Yang Sudah Lama Dikuasai Samsung

Google Pixel Desktop memang sudah resmi hadir, tetapi pengalaman yang ditawarkan masih belum menyamai Samsung DeX. Dalam penggunaan di monitor besar, perbedaan kedewasaan fitur itu terasa jelas karena Pixel Desktop masih menyisakan banyak batasan dasar yang di Samsung sudah lama dibereskan.

Kondisi tersebut membuat mode desktop Google belum sepenuhnya terasa seperti lingkungan kerja yang matang. Alih-alih menghadirkan pengalaman layaknya PC mini, beberapa elemen masih tampak seperti antarmuka ponsel yang sekadar diperluas ke layar lebar.

Ponsel belum bisa menggantikan touchpad

Salah satu kekurangan paling menonjol adalah tidak adanya touchpad virtual di layar ponsel. Pada Samsung DeX, layar ponsel bisa berubah fungsi menjadi touchpad sehingga kursor tetap bisa digerakkan tanpa mouse atau keyboard Bluetooth.

Fitur itu membuat DeX tetap berguna saat aksesori tambahan tidak tersedia. Di Pixel Desktop, ketiadaan fungsi serupa membuat pengguna jauh lebih bergantung pada periferal eksternal untuk sekadar mengoperasikan desktop yang sudah tampil di monitor.

Tampilan belum tajam di layar besar

Pixel Desktop juga dinilai belum optimal ketika dipakai di monitor besar. Saat perangkat Google Pixel 10a disambungkan ke Samsung Smart Monitor M8 berukuran 32 inci dengan resolusi 4K, teks dan elemen antarmuka terlihat buram.

Masalah ini tidak hanya soal batas resolusi maksimum 1920 x 1080. Skala teksnya juga masih dianggap kurang rapi, sementara Samsung DeX yang sama-sama memulai dari 1080p default disebut tetap memberi tampilan yang lebih tajam dan nyaman.

Pilihan resolusi masih sempit

Di sisi pengaturan visual, Samsung kembali unggul karena memberi opsi resolusi yang lebih luas lewat Good Lock. Dengan pengaturan itu, tampilan DeX bisa dinaikkan hingga 4K dan hasilnya terlihat lebih detail.

Pixel Desktop justru membatasi pengguna pada resolusi yang lebih rendah dari 1080p. Pengguna hanya mendapat opsi tambahan melalui pengaturan Settings > Connected devices > Monitor untuk menaikkan scaling teks, tetapi langkah itu belum cukup untuk mengejar kerapian visual milik DeX.

Ruang layar belum dimanfaatkan seperti desktop

Perbedaan lain terlihat pada cara antarmuka memanfaatkan layar lebar. Di Pixel Desktop, jam tetap berada di kiri atas dan ikon status di kanan atas, sehingga nuansanya masih sangat mirip dengan tampilan ponsel biasa.

Saat area itu dibuka, yang muncul adalah drawer penuh ala Android karena notifikasi dan ikon status tampil bersamaan. Di layar monitor besar, pendekatan ini justru terasa kurang efisien karena banyak ruang layar terbuang dan pergerakan kursor jadi lebih panjang.

Samsung DeX mengambil pendekatan yang lebih desktop-sentris. Saat menu status atau notifikasi dibuka, isi yang tampil lebih relevan untuk pekerjaan di layar besar sehingga alur penggunaannya lebih ringkas.

Pintasan dan kontrol desktop juga belum matang

Pixel Desktop dan Samsung DeX sama-sama membatasi jumlah aplikasi yang bisa berjalan agar ponsel tidak terlalu terbebani. Namun di DeX, pengguna masih bisa menjalankan lima aplikasi sekaligus dan aplikasi keenam akan meminimalkan salah satu yang sudah aktif.

Keterbatasan Pixel Desktop bukan hanya di jumlah aplikasi, tetapi juga pada taskbar. Angka maksimal ikon yang bisa dipasang hanya enam, sehingga pengguna lebih sering harus membuka app drawer untuk mencari aplikasi yang dibutuhkan.

Menu klik kanan juga belum memberi kendali yang biasa ditemukan di sistem desktop matang. Pada area latar belakang, klik kanan di Pixel Desktop tidak menghasilkan opsi untuk mengganti wallpaper atau membuka pengaturan tampilan.

Samsung DeX sebelumnya dikenal lebih fleksibel dalam konfigurasi, meski beberapa opsi disebut berkurang setelah pembaruan One UI 8.0 yang ikut memasukkan kode dari pekerjaan Google di desktop Android. Perbandingan ini menunjukkan bahwa Pixel Desktop sudah menjadi langkah awal yang menarik, tetapi Samsung masih unggul dalam kelengkapan fitur, kemudahan navigasi, dan cara memaksimalkan ruang kerja di layar besar.

Baca Juga

Back to top button