Pindah dari iPhone ke Android Kini Jauh Lebih Ringan, Google Pangkas Ribet Transfer Data

Google membuat perpindahan dari iPhone ke Android terasa jauh lebih ringan. Lewat pembaruan Android Switch, proses migrasi kini dirancang lebih sederhana, lebih fleksibel, dan tidak lagi terlalu bergantung pada kabel atau aplikasi tambahan.

Langkah ini penting karena selama ini pindah dari iPhone ke Android sering dianggap merepotkan. Google kini mencoba menghapus hambatan terbesar itu dengan menyatukan proses transfer langsung ke dalam sistem dan memperluas jenis data yang bisa ikut pindah.

Transfer tak lagi seribet dulu

Salah satu perubahan paling menonjol adalah dukungan transfer nirkabel tanpa kompromi. Pada versi sebelumnya, iPhone dan ponsel Android harus dihubungkan dengan kabel USB untuk memulai pemindahan data.

Dengan pendekatan baru, pengguna bisa memulai proses tanpa harus mencari kabel lebih dulu. Bagi banyak orang, perubahan ini saja sudah cukup untuk membuat perpindahan perangkat terasa lebih mudah dan tidak terlalu mengintimidasi.

Google juga menyebut Android Switch kini terintegrasi langsung ke dalam kedua sistem operasi. Artinya, pengguna tidak perlu lagi mengunduh aplikasi terpisah hanya untuk memulai migrasi data.

Paul Dunlop, Product Lead for Onboarding, Settings, and Switching of Android di Google, mengatakan integrasi ini membuat pengalaman migrasi lebih praktis sejak tahap awal. Ia juga menekankan bahwa proses perpindahan kini dirancang sebagai bagian bawaan dari setup perangkat.

Data yang ikut pindah makin lengkap

Pembaruan ini tidak hanya menyederhanakan cara transfer, tetapi juga memperluas jenis data yang bisa dibawa dari iPhone ke Android. Google kini mendukung pemindahan password, passkey, kredensial Wi‑Fi, alarm, file dan folder, riwayat panggilan, SMS, MMS, percakapan RCS terenkripsi, lampiran kalender, serta lampiran dan label Apple Notes.

Cakupan itu jauh lebih luas dibanding sekadar kontak dan foto. Google juga menambahkan kemampuan untuk memindahkan wallpaper, tata letak layar beranda, penempatan aplikasi, dan pengaturan aksesibilitas agar ponsel Android baru terasa lebih akrab sejak awal dipakai.

Sebagian data tersebut memang sudah pernah didukung sebelumnya. Namun Google menyebut ada peningkatan lanjutan agar pengalaman perpindahan menjadi lebih andal dan minim gangguan.

Keandalan ini penting karena migrasi bukan cuma soal banyaknya data yang dipindahkan. Pengguna juga ingin yakin bahwa pengaturan pribadi, susunan perangkat, dan data penting tidak hilang di tengah proses.

Login akun dan eSIM ikut disederhanakan

Android Switch yang ditingkatkan juga dapat memindahkan akun Google antar perangkat. Dalam proses itu, pengguna bahkan akan langsung masuk ke akun tersebut tanpa perlu mengetik ulang kata sandi.

Friksi kecil seperti ini sering menjadi bagian paling melelahkan saat ganti ponsel. Karena itu, pengurangan satu langkah saja bisa sangat membantu saat perangkat baru sedang disiapkan untuk dipakai.

Google juga menambahkan dukungan transfer eSIM dari iPhone ke perangkat Android baru saat setup awal. Ini membuat perpindahan tidak berhenti di data, tetapi juga mencakup konektivitas seluler yang dibutuhkan untuk langsung menggunakan ponsel.

Dalam proses yang sama, Android Switch akan menyiapkan RCS di latar belakang. Dengan begitu, pengguna diharapkan bisa segera memakai perangkat barunya setelah setup selesai.

Google siapkan jalur lebih luas untuk aplikasi pihak ketiga

Selain memperbaiki alat migrasi di level sistem, Google juga menyiapkan fondasi yang lebih luas. Perusahaan mengembangkan API baru yang bisa dipakai pengembang aplikasi untuk menawarkan migrasi lintas platform.

Jika diadopsi lebih banyak aplikasi, perpindahan data antar ekosistem bisa menjadi jauh lebih mulus. Selama ini, salah satu bagian paling merepotkan saat berganti platform justru ada pada data di dalam aplikasi yang sulit ikut terbawa.

Untuk saat ini, pengalaman Android Switch yang diperbarui masih digulirkan ke sebagian kecil perangkat Android 17. Google menyebut ketersediaannya akan meluas dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.

Artinya, belum semua pengguna akan mendapatkannya sekaligus. Namun arah pembaruannya jelas: Google ingin membuat pindah dari iPhone ke Android menjadi proses yang lebih ringan, dengan lebih sedikit langkah manual dan lebih banyak data yang ikut terbawa.

Source: www.androidpolice.com

Terkait