Google Fitbit Air Meluncur, Penantang Whoop Tanpa Layar Yang Jauh Lebih Murah

Google Fitbit resmi meluncurkan Fitbit Air sebagai penantang langsung Whoop di segmen fitness tracker premium tanpa layar. Perangkat ini juga menandai kembalinya Google ke peluncuran perangkat keras besar setelah hampir tiga tahun sejak akuisisi Fitbit.

Fitbit Air hadir dengan pendekatan yang lebih sederhana, lebih ringan, dan tanpa gangguan notifikasi visual. Google menempatkannya untuk pengguna yang ingin memantau kesehatan sepanjang hari tanpa harus memakai smartwatch yang besar atau ramai.

Desain paling ringkas yang pernah dibuat Fitbit

Fitbit Air menjadi perangkat Fitbit pertama tanpa layar, sekaligus disebut sebagai tracker terkecil yang pernah dibuat perusahaan. Google menyebut ukurannya sekitar 25% lebih kecil dari Fitbit Luxe, dengan ketebalan hanya 8,3 mm.

Bobot modul utamanya sekitar 5,2 gram, atau sekitar 12 gram saat dipasang bersama strap. Bentuknya menyerupai pebble kecil yang bisa dipindahkan ke berbagai strap, sehingga posisinya lebih dekat ke alat pemantau kesehatan pasif ketimbang pengganti jam pintar.

Desain seperti ini dibuat agar nyaman dipakai seharian, termasuk saat tidur. Google tampaknya ingin menjangkau pengguna yang menganggap wearable modern terlalu besar atau kurang nyaman untuk penggunaan jangka panjang.

Fitur kesehatan yang menyaingi pendekatan Whoop

Meski tampil minimalis, Fitbit Air membawa rangkaian pemantauan kesehatan yang cukup lengkap. Perangkat ini memantau detak jantung 24 jam, ritme jantung, HRV, kadar oksigen darah atau SpO2, suhu tubuh, laju pernapasan, serta memberi notifikasi bila terdeteksi indikasi AFib.

Di sisi tidur, Fitbit Air dapat melacak tahapan tidur, durasi tidur, dan sleep score untuk mengukur kualitas istirahat. Google juga mengklaim sistem pelacakan tidur terbaru berbasis Gemini AI mampu meningkatkan akurasi hingga 15% dalam mendeteksi gangguan tidur dan perpindahan fase tidur.

Ada pula smart wake alarm yang memakai getaran halus untuk membangunkan pengguna pada waktu yang lebih optimal dalam siklus tidur. Perangkat ini juga bisa mendeteksi olahraga secara otomatis dan membantu pengguna memulai latihan lewat aplikasi Google Health atau rekomendasi dari AI Health Coach.

Google turut menambahkan daily readiness score dan cardio load. Dua metrik ini membantu pengguna memahami kapan tubuh siap untuk latihan intensif dan kapan perlu fokus pada pemulihan.

Google Health menjadi pusat pengalaman baru

Peluncuran Fitbit Air datang bersama perubahan besar di ekosistem Fitbit, karena Google kini mengubah aplikasinya menjadi Google Health. Di dalamnya, fitur utama adalah health coach berbasis Gemini AI yang dirancang untuk mengubah data kesehatan menjadi saran yang lebih mudah dipahami.

Health coach tersebut dapat menyusun rencana latihan adaptif, memberi masukan pemulihan tubuh, membaca pola tidur, dan menyesuaikan rekomendasi secara real time berdasarkan performa pengguna. Sistem ini juga bisa menggabungkan data dari Fitbit Air, Google Pixel Watch, aplikasi lain, hingga rekam medis pengguna di Amerika Serikat.

Namun, fitur AI coach hanya tersedia melalui layanan Google Health Premium. Pengguna tetap bisa memakai fitur dasar seperti pelacakan aktivitas, tidur, HRV, dan detak jantung tanpa biaya tambahan.

Setiap pembelian Fitbit Air mendapat uji coba Google Health Premium selama tiga bulan. Setelah itu, layanan premium diperkirakan dibanderol sekitar US$ 10 per bulan atau sekitar Rp 173.000, serta US$ 100 per tahun atau sekitar Rp 1,73 juta.

Baterai panjang, strap modular, dan opsi warna

Salah satu keunggulan utama Fitbit Air ada pada daya tahan baterainya. Google mengklaim perangkat ini mampu bertahan hingga tujuh hari dalam sekali isi daya, sementara pengisian lima menit disebut cukup untuk pemakaian satu hari penuh.

Pengisian penuh dari 0 sampai 100 persen membutuhkan sekitar 90 menit dengan charger magnetik. Fitbit Air juga memiliki sertifikasi tahan air 5 ATM, sehingga aman dipakai untuk aktivitas harian maupun olahraga.

Perangkat ini memakai sistem strap modular yang memudahkan pengguna mengganti tampilan. Google menawarkan opsi seperti performance loop berbahan daur ulang, active band berbahan silikon tahan keringat, dan elevated modern band dengan tampilan lebih premium.

Pilihan warnanya meliputi obsidian, fog, lavender, dan berry. Google juga menyiapkan edisi khusus hasil kolaborasi dengan Stephen Curry dengan kombinasi warna rye brown dan aksen oranye.

Harga lebih rendah dari Whoop

Daya tarik terbesar Fitbit Air ada pada harganya yang lebih kompetitif. Perangkat ini dijual mulai US$ 99,99 atau sekitar Rp 1,74 juta dan sudah tersedia untuk pre-order.

Untuk edisi khusus Stephen Curry, harga yang dipatok adalah US$ 129,99 atau sekitar Rp 2,25 juta. Aksesori strap tambahan juga dijual mulai US$ 34,99 atau sekitar Rp 607.000.

Sebagai pembanding, Whoop mengharuskan pengguna berlangganan dengan biaya tahunan sekitar US$ 199 hingga US$ 359 atau setara Rp 3,45 juta sampai Rp 6,23 juta per tahun. Fitbit Air tetap bisa digunakan tanpa langganan, sehingga menjadi opsi yang lebih ekonomis bagi pengguna yang mencari fitness tracker tanpa layar.

Perangkat ini kompatibel dengan Android dan iOS, serta dijadwalkan mulai tersedia secara resmi pada 26 Mei 2026. Kombinasi desain ringan, fitur kesehatan luas, dan harga yang lebih terjangkau membuat Fitbit Air menjadi langkah baru Google untuk wearable yang lebih fokus pada kesehatan dan kenyamanan jangka panjang.

Source: www.beritasatu.com
Terkait