Glasner Bangga, Crystal Palace Tembus Final Eropa Pertama Dalam Sejarah Klub

Author: Cung Media

Crystal Palace menembus final kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, dan Oliver Glasner tak menyembunyikan rasa bangganya. Kepastian itu datang setelah The Eagles menyingkirkan Shakhtar Donetsk dengan agregat 5-2 dan mengamankan tiket ke Leipzig.

Bagi Glasner, pencapaian ini terasa istimewa karena ia berhasil membawa Palace ke final turnamen mayor hanya dalam dua musim penuh memimpin tim. Di Selhurst Park, kemenangan itu lahir lewat gol bunuh diri lawan dan tambahan gol dari Ismaïla Sarr pada babak kedua.

Glasner Soroti Kerja Keras dan Keteguhan Tim

Pelatih asal Austria itu memberikan kredit penuh kepada para pemain setelah laga. Ia menilai Palace tampil sangat kuat dalam kerja keras, disiplin, dan rasa percaya diri sepanjang pertandingan.

“Selamat dan kredit setinggi-tingginya untuk para pemain. Saya rasa semua orang bisa melihat betapa bagusnya penampilan kami,” ujar Glasner. Ia menambahkan bahwa timnya terus percaya peluang akan berbuah gol selama mampu menekan lawan tanpa henti.

Glasner juga menyoroti proses gol kedua Palace sebagai bukti daya juang tim. Ia menyebut beberapa pemain sempat mendapat pelanggaran beruntun, tetapi Palace tetap melanjutkan permainan sampai akhirnya gol tercipta.

“Pino dilanggar, Daichi Kamada dilanggar, dan Tyrick Mitchell juga dilanggar, tetapi kami terus bermain,” kata Glasner. “Kami mendapatkan imbalannya saat bola masuk melalui ujung kaki Ismaïla Sarr dan berbuah gol.”

Kebersamaan Jadi Fondasi Lolosnya Palace

Selain kualitas permainan, Glasner melihat kebersamaan skuat sebagai kekuatan utama Palace. Ia menilai para pemain saling membantu saat tim berada di bawah tekanan, dan hal itu menjadi fondasi penting dalam perjalanan mereka musim ini.

Menurut Glasner, sepak bola bukan hanya soal menghindari kesalahan. Ia menekankan bahwa hal yang lebih penting adalah bagaimana tim bereaksi saat kesalahan terjadi dan tetap saling menopang.

“Inilah sepak bola, Anda bisa membuat kesalahan, tetapi ini tentang bagaimana kita ada untuk satu sama lain,” ucapnya. Glasner juga menyebut hubungan tim dengan para suporter membuat dirinya bangga menjadi bagian dari perjalanan ini.

Fokus Berikutnya ke Final di Leipzig

Meski sukses ini menjadi momen bersejarah, Glasner menegaskan Crystal Palace belum selesai. Fokus tim kini beralih ke final di Leipzig melawan Rayo Vallecano, wakil Spanyol yang ia sebut sebagai lawan kuat.

Glasner mengatakan Palace memiliki waktu tiga minggu untuk mempersiapkan diri dan mempelajari kekuatan lawan. Ia juga menegaskan ambisi tim untuk tampil habis-habisan demi membawa trofi pulang ke Selhurst Park.

“Final nanti akan luar biasa. Anda selalu ingin pertandingan terakhir Anda memperebutkan sesuatu, memperebutkan trofi,” ujarnya. Dengan momentum yang sama seperti saat menyingkirkan Shakhtar Donetsk, Palace kini bersiap menulis babak baru dalam sejarah klub di panggung Eropa.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru