GIMP 0.54 Kembali Bisa Diunduh, Versi Lawas yang Dipakai Membuat Tux

GIMP 0.54 kini kembali bisa dicoba di komputer modern, dan daya tarik terbesarnya bukan fitur baru melainkan nilai sejarahnya. Versi lawas ini adalah editor gambar yang dipakai untuk menciptakan Tux, maskot penguin yang identik dengan Linux.

Kehadiran ulang aplikasi berusia sekitar 30 tahun itu terasa istimewa karena pengguna Linux tidak perlu lagi menyiapkan sistem lama yang rumit. Paketnya sudah tersedia dalam format Flatpak, sehingga instalasi dan menjalankannya di mesin masa kini jadi jauh lebih praktis.

Versi lawas, akses yang lebih mudah

Menurut Linuxiac, pengembang GNOME bernama balooii merilis GIMP 0.54 dalam bentuk Flatpak. Format ini membundel dependensi yang dibutuhkan, sehingga aplikasi dari era 1990-an tersebut tidak harus dipasang dengan penyesuaian manual yang merepotkan.

Langkah itu membuka jalan bagi pengguna yang ingin merasakan langsung bagaimana perangkat lunak pengolah gambar di masa awal desktop open-source bekerja. Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar nostalgia, tetapi kesempatan melihat kembali alat yang ikut membentuk identitas visual Linux.

InformasiDetail
VersiGIMP 0.54
Format rilisFlatpak
Nilai historisDipakai untuk membuat Tux
Tujuan utamaMemudahkan penggunaan di sistem modern

Tux lahir dari keterbatasan yang sangat sederhana

Catatan perancang Tux menyebut bahwa seluruh gambar penguin itu dibuat sepenuhnya dengan The GIMP versi 0.54. Proses menggambarnya dilakukan di mesin 486 DX2/50 yang menjalankan Linux, hanya dengan mouse dan banyak kesabaran.

Penyempurnaan akhir kemudian dikerjakan di SGI Crimson, juga memakai GIMP. Alasannya sederhana, komputer rumahan yang digunakan hanya memiliki layar 8-bit.

Detail tersebut memberi gambaran tentang kondisi teknis pada masa itu. Tux yang kini sangat dikenal ternyata lahir dari perangkat yang jauh lebih terbatas dibanding alat kreatif modern.

Simbol Linux yang tetap melekat

Tux sudah lama menjadi wajah Linux yang paling mudah dikenali. Karakter penguin itu melekat di komunitas, distribusi, hingga materi promosi dan dokumentasi yang memakai Linux sebagai identitas utamanya.

Namun tidak semua pengguna mengetahui bagaimana karakter itu dibuat. Kembalinya GIMP 0.54 membuat cerita asal-usul Tux terasa lebih dekat, karena pengguna bisa menjalankan perangkat lunak yang sama dan melihat konteks historisnya secara langsung.

Pada masanya, aplikasi itu masih dikenal sebagai “The GIMP”. Nama tersebut menandai fase awal pengembangan perangkat lunak pengolah gambar yang kemudian tumbuh menjadi salah satu editor paling dikenal di ekosistem Linux.

Cara mencobanya

GIMP 0.54 tersedia melalui halaman GitLab yang disiapkan untuk rilis tersebut. Pengguna juga bisa memasangnya lewat terminal dengan perintah flatpak install --user gimp-0.54.1-8.flatpak.

Karena dibungkus sebagai Flatpak, paket ini lebih mudah dijalankan di sistem modern dibanding instalasi manual pada perangkat lunak lama. Itu penting untuk aplikasi setua ini, yang biasanya membutuhkan banyak penyesuaian agar bisa hidup kembali.

Bagi pengguna Linux yang penasaran dengan sejarah desktop open-source, rilis ulang ini memberi pengalaman yang unik. Bukan karena GIMP 0.54 menawarkan fitur modern, melainkan karena ia menyimpan jejak langsung dari masa ketika Tux pertama kali digambar.

Dengan Tux yang baru saja merayakan ulang tahun ke-30 pada bulan lalu, kembalinya GIMP 0.54 menghadirkan cara lain untuk melihat awal perjalanan ikon Linux tersebut. Pengguna kini bisa mengunduh versi yang sama dan menelusuri kembali salah satu momen paling penting dalam sejarah visual Linux.

Source: www.xda-developers.com

Terkait