Gigi Berlubang Masa Kecil Ternyata Bisa Naikkan Risiko Penyakit Jantung

Masalah gigi berlubang pada masa kecil ternyata tidak berhenti di ruang praktik dokter gigi. Studi terbaru menunjukkan kondisi itu berkaitan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi ketika seseorang dewasa.

Temuan ini penting karena kesehatan mulut anak kerap dianggap sebatas urusan gigi susu dan kebiasaan menyikat gigi. Padahal, dampaknya bisa menjalar ke kesehatan organ vital lain, termasuk jantung dan pembuluh darah.

Risiko yang ditemukan pada laki-laki dan perempuan

Penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Cardiology itu melibatkan hampir 569 individu dari Denmark dan Inggris. Para peneliti memantau data mereka secara longitudinal selama 23 tahun untuk melihat hubungan antara kesehatan gigi masa kanak-kanak dan penyakit jantung saat dewasa.

Temuan UtamaDampak yang TercatatKeterangan
Gigi berlubang parah pada masa kecilRisiko penyakit jantung naik 45% pada perempuanBerkaitan dengan peningkatan insiden penyakit kardiovaskular
Gigi berlubang parah pada masa kecilRisiko penyakit jantung naik 32% pada laki-lakiSemakin serius masalah gigi, semakin tinggi gangguan jantung yang ditemukan
Gingivitis yang tinggiMemperkirakan naiknya risiko penyakit jantungRadang gusi juga ikut berhubungan dengan risiko kardiovaskular

Para peneliti membandingkan kejadian penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke dengan angka gigi berlubang serta gingivitis pada masa kanak-kanak. Hasilnya menunjukkan bahwa gigi berlubang yang parah berkaitan erat dengan meningkatnya kemungkinan penyakit jantung pada laki-laki dan perempuan.

Radang gusi ikut memperkuat sinyal risiko

Tak hanya gigi berlubang, tingkat gingivitis atau radang gusi yang tinggi juga terbukti memprediksi naiknya risiko penyakit jantung. Dalam analisis itu, kesehatan mulut anak yang buruk menjadi lebih berisiko bila gigi berlubang dan gingivitis terus berlangsung atau makin parah.

Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti menyimpulkan ada hubungan jelas antara kesehatan mulut anak yang buruk dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke di kemudian hari. CNN Indonesia melaporkan bahwa kesimpulan itu menegaskan pentingnya kesehatan gigi sejak usia dini sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Mengapa kesehatan mulut bisa memengaruhi jantung

Hubungan antara kesehatan mulut dan kesehatan jantung bersifat multifaktorial. Salah satu penjelasan yang kerap muncul adalah masuknya bakteri ke aliran darah, infeksi pembuluh darah, serta peradangan sistemik kronis.

Faktor lain juga bisa ikut berperan, termasuk kebiasaan menjaga kebersihan diri yang umumnya mencerminkan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Karena itu, masalah gigi pada masa kecil tidak sebaiknya dianggap sepele.

Langkah sederhana untuk menjaga gigi dan mulut

Temuan ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk menanamkan kebiasaan merawat gigi sejak dini pada anak. Namun bagi orang dewasa, belum terlambat untuk mulai lebih serius menjaga kesehatan mulut demi menekan risiko penyakit jantung.

Mengutip Cleveland Clinic dan American Dental Association, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan secara rutin untuk membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut.

LangkahTujuanCatatan
Sikat gigi dua kali sehariMenjaga kebersihan gigiMenjadi dasar perawatan harian
Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigiMengurangi sisa makananDilakukan setiap hari
Sikat lidah secara teraturMembantu kebersihan mulutSetelah sikat gigi
Gunakan obat kumur antibakteriMendukung kebersihan mulutDigunakan setiap hari
Batasi minuman dan camilan manisMendukung pola makan sehatBagian dari pencegahan gigi berlubang
Hindari rokok dan produk tembakau lainnyaMengurangi risiko gangguan kesehatan mulutTermasuk langkah pencegahan penting
Periksa ke dokter gigi secara teraturPencegahan dan pengobatan penyakit mulutDisarankan dilakukan rutin

Dengan kata lain, mencegah gigi berlubang bukan hanya soal menjaga senyum tetap sehat. Kebiasaan sederhana sejak kecil bisa memberi manfaat yang jauh lebih panjang, termasuk membantu melindungi jantung di masa depan.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait