
Gempa bermagnitudo 3,1 mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis (14/5/2026) pukul 13.18 WIB. BMKG mencatat pusat gempa berada di kedalaman 63 kilometer, sehingga guncangan ini masuk dalam kategori gempa bumi tektonik dengan kedalaman menengah.
Episenter gempa berada di koordinat 7,97 LS dan 108,62 BT. Lokasinya terdeteksi sekitar 32 kilometer tenggara Kabupaten Pangandaran, wilayah yang berada di pesisir selatan Jawa Barat dan kerap menjadi perhatian saat terjadi aktivitas seismik.
BMKG merilis data awal ini untuk mempercepat informasi kepada publik. Karena itu, lembaga tersebut menegaskan bahwa dampak gempa belum bisa dipastikan ketika laporan pertama disampaikan.
Dalam keterangan resminya, BMKG menyebut gempa terjadi tepat pada 14 Mei 2026 pukul 13:18:39 WIB dengan parameter magnitudo 3,1. Lembaga itu juga mengingatkan bahwa hasil pengolahan data awal masih dapat berubah seiring bertambahnya kelengkapan data.
Hingga data awal tersebut disampaikan, BMKG belum menyebut adanya dampak lanjutan dari guncangan itu. Informasi ini pun langsung menjadi perhatian warga di sekitar Pangandaran dan wilayah selatan Jawa Barat yang kerap mencermati setiap aktivitas gempa di kawasan tersebut.
Kedalaman 63 kilometer menjadi detail penting dalam membaca karakter guncangan ini. Pada kedalaman seperti itu, energi gempa biasanya terpantau lebih luas, meski kekuatan magnitudonya relatif kecil.
Di sisi lain, posisi episenter yang berada puluhan kilometer dari Pangandaran menunjukkan pusat guncangan tidak tepat berada di daratan utama kabupaten tersebut. Meski begitu, informasi awal BMKG tetap penting karena menjadi dasar untuk memantau perkembangan data berikutnya dan menilai apakah ada dampak yang perlu diwaspadai masyarakat.
BMKG sendiri menekankan bahwa data awal dipublikasikan untuk kecepatan informasi. Artinya, pembaruan masih mungkin dilakukan jika ada hasil pengolahan yang lebih lengkap dari pemantauan lanjutan.
Source: jabar.inews.id




