Dua gempa besar yang mengguncang Venezuela dalam selang kurang dari satu menit menarik perhatian karena pola kejadiannya tidak lazim. Peristiwa seperti ini dikenal sebagai gempa doublet, yaitu dua guncangan kuat yang muncul berdekatan waktu dan lokasi dengan kekuatan yang hampir setara.
Dalam kasus Venezuela, gempa pertama tercatat bermagnitudo 7,2 di dekat San Felipe, barat laut negara itu. Tiga puluh sembilan detik kemudian, gempa yang lebih kuat bermagnitudo 7,5 terjadi di sebelah tenggara Yumare dan memicu kerusakan luas, peringatan tsunami, serta status darurat nasional.
Apa yang Membuat Doublet Berbeda
Secara sederhana, doublet adalah sepasang gempa besar yang terjadi hampir bersamaan di wilayah berdekatan. Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS menjelaskan bahwa pola ini biasanya menandakan proses patahan yang kompleks, bukan sekadar satu gempa utama lalu satu gempa susulan biasa.
Perbedaan utamanya ada pada ukuran guncangan. Dalam gempa susulan, kejadian berikutnya umumnya lebih kecil, sedangkan pada doublet dua gempa utamanya bisa sama kuat atau nyaris sama kuat.
Mengapa Dua Gempa Bisa Muncul Beruntun
Menurut USGS, gempa pertama dapat mengurangi tekanan pada satu patahan, tetapi pada saat yang sama menambah tekanan pada patahan lain di sekitarnya. Jika patahan itu sudah berada dalam kondisi hampir pecah, dorongan tambahan dari gelombang seismik bisa memicu gempa besar kedua.
Itulah sebabnya dua gempa besar dapat terjadi dalam selang beberapa detik, menit, jam, bahkan hari. Dalam beberapa kasus, jaraknya bisa lebih panjang, tetapi tetap berkaitan dalam satu rangkaian aktivitas patahan.
Kenapa Fenomena Ini Dinilai Berbahaya
Doublet dianggap berisiko tinggi karena guncangan kuat bisa berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Selain itu, area kerusakan juga bisa meluas karena dua gempa besar terjadi di wilayah yang berdekatan.
Bahaya lain muncul ketika bangunan yang sudah melemah setelah gempa pertama runtuh saat gempa kedua terjadi. Kondisi ini menyulitkan proses penyelamatan karena bangunan yang tampak masih berdiri dapat tiba-tiba gagal saat tim evakuasi masih bekerja di lapangan.
Status Gempa Venezuela Menurut USGS
USGS mengklasifikasikan rangkaian gempa di Venezuela sebagai doublet seismik. Lembaga itu menyebut peristiwa tersebut sebagai gempa utama dari rangkaian doublet yang kuat, terjadi hanya 39 detik setelah gempa awal bermagnitudo 7,2.
Pemerintah setempat juga langsung merespons dengan menetapkan status darurat nasional. Delcy Rodríguez sebagai wakil presiden sementara menyampaikan langkah itu setelah kerusakan meluas dan peringatan tsunami diterbitkan di sejumlah wilayah.
Tidak Umum, tetapi Bukan Sangat Langka
Doublet memang tidak sering terjadi, namun juga bukan peristiwa yang sangat jarang. USGS memperkirakan ada sekitar 5 persen kemungkinan dua gempa terbesar dalam satu rangkaian memiliki selisih magnitudo 0,2 unit pada minggu pertama.
Lembaga itu juga menjelaskan bahwa gempa dapat memicu aktivitas seismik dalam radius ratusan mil, atau sekitar 160 sampai 480 kilometer. Bahkan, ada bukti bahwa gempa besar bisa memicu aktivitas di jarak yang jauh, meski gempa yang dipicu biasanya kecil dan berlangsung singkat.
Contoh di Wilayah Gempa Aktif Lain
Fenomena serupa pernah terjadi di Turki pada 6 Februari 2023, ketika gempa 7,8 magnitudo mengguncang selatan negara itu lalu disusul gempa besar kedua sekitar sembilan jam kemudian. Dua guncangan itu menghancurkan 11 provinsi dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
California Selatan juga pernah mengalami peristiwa Superstition Hills pada 1987, saat dua gempa besar muncul di patahan yang saling terhubung dengan selang waktu sekitar 11 hingga 12 jam. Iran mencatat doublet pada 2012, ketika gempa 6,4 dan 6,2 magnitudo mengguncang Provinsi East Azerbaijan dalam waktu beberapa menit dan menewaskan ratusan orang.
Pada 2021, Provinsi Hormozgan diguncang dua gempa kuat dalam selang sekitar 90 detik, sementara Herat di Afghanistan mengalami rangkaian gempa 6,3 magnitudo selama beberapa hari pada 2023. Pola ini menunjukkan bahwa sistem patahan dapat pecah secara berantai, bukan hanya sekali.
USGS juga mencatat wilayah Venezuela yang terdampak pernah mengalami doublet pada September 2025, dengan gempa bermagnitudo 6,2 dan 6,3 yang mengguncang negara bagian Zulia dan Lara. Catatan itu memperkuat bahwa kawasan tersebut berada di wilayah yang aktif secara seismik dan perlu kewaspadaan tinggi terhadap pola gempa beruntun.
Source: www.viva.co.id






