Gedung Raksasa NASA Ini Pernah Merakit Saturn V, Kini Jadi Gerbang Menuju Mars

Author: Cung Media

Di balik bentuknya yang masif, Vehicle Assembly Building milik NASA di Kennedy Space Center, Florida, menyimpan peran yang jauh lebih besar dari sekadar bangunan bersejarah. Di gedung inilah roket-roket ke Bulan dulu dirakit, dan tempat ini kini tetap menjadi titik awal bagi langkah NASA berikutnya menuju Mars.

Fungsi itu membuat Vehicle Assembly Building, atau VAB, tetap relevan dari era Apollo sampai program Artemis. Setiap kendaraan antariksa raksasa yang hendak meluncur ke luar angkasa harus lebih dulu disatukan di dalam struktur ini sebelum dipindahkan perlahan ke landasan peluncuran.

Bangunan yang ukurannya sulit dibayangkan

NASA mencatat VAB sebagai gedung satu lantai tertinggi di dunia sekaligus salah satu bangunan terbesar berdasarkan volume. Tingginya mencapai 525 kaki, jauh melampaui Patung Liberty yang tingginya 151 kaki 1 inci tanpa pedestal.

Skala bangunan ini juga terlihat dari material yang dipakai untuk membangunnya. Rangka gedung menggunakan 98.590 ton baja, sementara penyelesaiannya membutuhkan 65.000 yard kubik beton.

Di bagian bawah, fondasinya turun 164 kaki ke batuan dasar dengan 4.225 tiang baja. NASA juga membangun empat high bay di dalamnya, masing-masing diakses lewat pintu setinggi 456 kaki yang disebut sebagai yang terbesar di dunia dan butuh sekitar 45 menit untuk membuka.

Tempat lahir roket-raketan terbesar NASA

VAB memiliki 130 juta kaki kubik ruang di dalamnya, dan ruang sebesar itu memang dibutuhkan untuk merakit kendaraan antariksa berukuran raksasa. NASA pernah memakai fasilitas ini untuk membangun Saturn V setinggi 363 kaki, roket yang membawa astronot Apollo ke permukaan Bulan.

Setelah dirakit, Saturn V dipindahkan perlahan ke lokasi peluncuran. Pola kerja yang sama kemudian berlanjut saat Space Shuttle menjadi program utama NASA, lalu diteruskan ke era Space Launch System dan Orion.

Konstruksi bangunan ini selesai bertahap. Balok penyangga terakhir dipasang pada 1965, lalu pekerjaan platform interior baru selesai pada tahun berikutnya.

Sejak saat itu, VAB menjadi rumah bagi program Apollo, Skylab, Space Shuttle, dan kini SLS serta Orion. Dalam perjalanan panjang itu, gedung ini berubah menjadi pabrik antariksa yang terus menyesuaikan diri dengan tujuan baru NASA.

Masih menjadi pusat ambisi NASA

Peran VAB belum selesai. Komponen SLS untuk misi Artemis III sudah lebih dulu tiba di sana untuk persiapan peluncuran yang ditargetkan pada 2027.

Roket SLS juga baru membawa astronot Artemis II dalam perjalanan mengelilingi Bulan, penerbangan bulan pertama NASA dalam 50 tahun. NASA menyebut SLS sebagai roket super heavy-lift yang akan mendukung Orion, pesawat antariksa generasi berikutnya yang diproyeksikan membawa manusia ke Mars.

NASA juga menyebut misi Artemis dan SLS yang dirakit di VAB sebagai bagian penting menuju misi berawak ke permukaan Mars. Saat ini, badan antariksa itu tengah menyusun rencana untuk mengirim astronot ke Mars dalam misi dua tahun dengan memakai generasi baru sistem propulsi canggih yang sebelumnya juga pernah ditangani di fasilitas ini.

Rencana itu masih bergantung pada uji coba yang ingin dilakukan NASA di permukaan Bulan setelah pendaratan Artemis IV yang sukses. Di atas semua itu, VAB tetap menjadi tempat di mana setiap bagian besar harus disatukan dengan presisi sebelum mimpi ke Mars bisa bergerak dari konsep menjadi misi nyata.

Terbaru