Garda Pemuda NasDem menegaskan bahwa organisasi kepemudaan ini tidak ingin hanya tampil dalam peran seremonial di tengah kerja politik. Sayap Partai NasDem tersebut ingin menjadi ruang kaderisasi yang melahirkan calon pemimpin berintegritas.
Pesan itu menguat dalam Kongres II Garda Pemuda NasDem yang digelar bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun ke-15 organisasi di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Forum bertema “Pemuda Mandiri, Bangsa Berdaulat” itu menjadi panggung untuk mempertegas arah perjuangan kader muda partai.
Bukan Sekadar Penggerak Acara
Ketua Umum Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh menyampaikan kekecewaannya apabila organisasi yang dipimpinnya hanya dipandang sebagai “tukang parkir”. Menurut dia, posisi tersebut tidak sejalan dengan potensi dan peran besar kader muda dalam gerakan politik.
“Saya kecewa kalau Garda Pemuda NasDem hanya dianggap sebagai tukang parkir,” ujar Prananda dalam pembukaan kongres. Ia menilai organisasi ini tetap diperhitungkan sebagai salah satu organisasi kepemudaan di Indonesia.
Prananda menyebut perjalanan organisasi selama delapan tahun terakhir penuh dengan tantangan dan dinamika. Namun, pengalaman itu dinilainya telah membentuk fondasi bagi Garda Pemuda NasDem untuk bergerak lebih progresif.
Ia meminta kader menghimpun energi anak muda dan mengambil peran lebih luas sebagai bagian dari kader besar Partai NasDem. Garda Pemuda NasDem juga ditempatkan sebagai pelopor gagasan restorasi Indonesia.
Kaderisasi untuk Target Politik 2029
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menilai masa depan partai sangat bergantung pada kualitas kaderisasi yang tumbuh dari organisasi kepemudaan. Ia menyebut Garda Pemuda NasDem sebagai sumber mata air bagi estafet kepemimpinan di berbagai tingkatan partai.
“Kalau kita ingin mendapatkan pemimpin-pemimpin yang kredibel dan berintegritas, maka kita harus menjaga Garda Pemuda ini agar tetap bersih,” kata Saan Mustopa. Menurutnya, kualitas sumber kader akan menentukan kualitas pemimpin yang muncul pada masa berikutnya.
Saan mendorong Kongres II tidak berhenti pada penguatan struktur organisasi. Forum itu diharapkan memperkokoh soliditas kader, komitmen kebangsaan, serta kesiapan menghadapi persaingan politik yang semakin ketat.
Partai NasDem menargetkan posisi tiga besar pada Pemilu 2029. Saan menyatakan Garda Pemuda NasDem memegang peran penting dalam upaya mencapai sasaran politik tersebut.
| Kegiatan | Informasi |
|---|---|
| Kongres II Garda Pemuda NasDem | Digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, mulai Selasa (21/7). |
| Tema Kongres | “Pemuda Mandiri, Bangsa Berdaulat”. |
| Penutupan Kongres | Direncanakan berlangsung Rabu (22/7) dan ditutup Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. |
Kongres sebagai Titik Awal Baru
Prananda menekankan kongres tidak cukup dipahami sebagai agenda pergantian kepengurusan atau pembenahan struktur. Ia meminta forum tersebut menjadi titik tolak untuk memperjelas arah perjuangan organisasi menghadapi tantangan masa depan.
“Delapan tahun kemarin adalah fondasi,” kata Prananda. Ia menilai fase berikutnya harus diisi dengan konsolidasi gagasan, penyegaran formasi, dan semangat baru untuk membesarkan Garda Pemuda NasDem serta Partai NasDem.
Hari pertama kongres diisi pembacaan manifesto organisasi dan penayangan perjalanan 15 tahun Garda Pemuda NasDem. Panitia juga menyerahkan GP NasDem Award kepada tokoh-tokoh yang dinilai berkontribusi dalam penguatan gerakan kepemudaan.
Pembukaan kongres turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto yang mewakili Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ribuan kader Garda Pemuda NasDem dari berbagai daerah juga mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Sejumlah pimpinan partai hadir, antara lain Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem Lestari Moerdijat, Ketua Majelis Tinggi Jan Darmadi, Sekretaris Jenderal Hermawi Taslim, dan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Sutiyoso. Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem serta perwakilan badan dan organisasi sayap partai turut menghadiri pembukaan kongres.
Source: www.medcom.id






