Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra mulai dipandang sebagai kandidat paling serius di kelas ponsel lipat premium. Perangkat ini tidak hanya mengandalkan desain mewah, tetapi juga diarahkan untuk pengguna yang membutuhkan kerja mobile lebih efisien.
Fokus utamanya ada pada multitasking yang lebih matang, dengan layar lipat yang lapang, pembaruan Multi Window, Taskbar yang lebih intuitif, dukungan Samsung DeX, dan pemanfaatan Galaxy AI yang lebih besar.
Dirancang untuk produktivitas harian
Samsung tampaknya menempatkan Galaxy Z Fold8 Ultra sebagai perangkat untuk profesional, pelaku bisnis, dan kreator konten. Tujuannya jelas, yakni membuat ponsel lipat ini berfungsi sebagai alat kerja fleksibel dalam satu genggaman.
Multi Window tetap menjadi salah satu andalan utama. Pengguna dapat membuka peramban, dokumen, email, dan konferensi video secara bersamaan dengan ruang pandang yang lebih lega dibanding ponsel biasa.
Samsung DeX masih jadi pembeda besar
Salah satu nilai jual terkuat Fold8 Ultra ada pada Samsung DeX. Fitur ini memungkinkan ponsel terhubung ke monitor eksternal dan menampilkan antarmuka seperti desktop.
Untuk pekerja mobile, kemampuan itu membantu menyelesaikan tugas ringan hingga menengah tanpa harus selalu membawa laptop. Posisi Fold8 Ultra pun makin kuat sebagai perangkat produktif, bukan sekadar ponsel lipat premium.
App Pair dan Galaxy AI mempercepat alur kerja
Fitur App Pair memberi kemudahan saat membuka kombinasi aplikasi favorit dalam mode split screen. Contohnya Microsoft Teams dengan Samsung Notes, Gmail dengan Google Drive, Microsoft Excel dengan Kalkulator, atau WhatsApp berdampingan dengan browser.
Pola ini membuat pekerjaan terasa lebih cepat karena pengguna tidak perlu membuka aplikasi satu per satu. Di saat yang sama, Galaxy AI diperkirakan hadir lebih masif untuk menerjemahkan percakapan secara langsung, merangkum dokumen panjang, menyusun draf email, menyunting foto, dan mempercepat pencarian informasi lintas aplikasi.
Persaingan premium makin ketat
Di pasar ponsel lipat premium, Galaxy Z Fold8 Ultra akan bersaing dengan Galaxy Z Fold7, OnePlus Open 2, dan Google Pixel Fold 2. Dalam peta fitur multitasking yang beredar, Fold8 Ultra dan Fold7 sama-sama membawa Multi Window, App Pair, Samsung DeX, serta Galaxy AI.
Perbedaannya terletak pada arah pengembangan. Fold8 Ultra disebut memiliki layar utama yang diperkirakan lebih luas dan Galaxy AI yang lebih lengkap, sementara Fold7 tercatat membawa RAM hingga 16 GB.
| Fitur | Galaxy Z Fold8 Ultra | Galaxy Z Fold7 | OnePlus Open 2 | Google Pixel Fold 2* |
|---|---|---|---|---|
| RAM | Belum diumumkan | Hingga 16 GB | Belum diumumkan | Belum diumumkan |
| Layar Utama | Diperkirakan lebih luas | Fold Display | Fold Display | Fold Display |
| Multi Window | Ya | Ya | Ya | Ya |
| App Pair | Ya | Ya | Terbatas | Terbatas |
| Samsung DeX | Ya | Ya | Tidak | Tidak |
| Galaxy AI | Diperkirakan lebih lengkap | Ya | AI bawaan | Google AI |
Ekosistem Samsung juga menjadi nilai penting bagi pengguna yang sering berpindah dari ponsel ke perangkat lain. Aktivitas seperti rapat virtual sambil mencatat, mengedit lembar kerja digital, memproyeksikan DeX secara nirkabel, hingga memakai AI Translation disebut bisa berjalan lebih mulus.
Dengan kombinasi layar lipat yang lebih luas, multitasking yang matang, dan dukungan produktivitas yang menyatu, Galaxy Z Fold8 Ultra diperkirakan menjadi salah satu perangkat paling diperhitungkan di pasar ponsel lipat premium. Bagi pengguna yang mengutamakan kerja efisien di perangkat mobile, model ini tampak disiapkan untuk mengambil perhatian utama.







