Galaxy Watch Ultra 2 tampaknya akan datang dengan wajah yang sangat mirip dengan pendahulunya. Bocoran terbaru menunjukkan Samsung lebih memilih mempertahankan desain “squircle” ketimbang mengubahnya besar-besaran.
Yang membuat generasi ini menarik justru bukan bodinya, melainkan pembaruan di dalam perangkat. Jika bocoran itu akurat, Samsung sedang menyiapkan peningkatan yang bisa lebih terasa di pemakaian harian daripada perubahan visual.
Desain lama tetap dipertahankan
Render berkualitas tinggi yang dibagikan Evleaks melalui Leakmail di Substack memperlihatkan bahasa desain yang masih familier. Tiga tombol di sisi kanan juga terlihat tetap berada di posisi yang sama seperti model sebelumnya.
Kesannya, Samsung memilih jalur evolusi, bukan perombakan total. Pendekatan seperti ini biasanya menandakan fokus pada penyempurnaan fitur inti, bukan sekadar mengganti tampilan luar.
Warna baru, spesifikasi premium
Meski bentuk dasarnya nyaris tak berubah, Galaxy Watch Ultra 2 disebut akan hadir dalam warna hitam/abu-abu dan hijau gelap. Masih ada kemungkinan warna lain muncul lewat toko online Samsung dan pasar tertentu.
Dari penandaan pada casing, jam tangan ini dilaporkan memakai bodi 47 mm. Perangkat itu juga disebut membawa ketahanan air 10ATM, kaca safir, dan dukungan LTE.
| Detail | Galaxy Watch Ultra 2 |
|---|---|
| Desain | Masih mempertahankan bentuk “squircle” |
| Tombol | 3 tombol di sisi kanan |
| Ukuran bodi | 47 mm |
| Ketahanan air | 10ATM |
| Material layar | Kaca safir |
| Konektivitas | LTE |
| Warna | Hitam/abu-abu dan hijau gelap |
Chip baru yang paling penting
Perubahan terbesar diperkirakan datang dari platform pemroses. Samsung sebelumnya sudah mengonfirmasi akan beralih ke chip Snapdragon Wear terbaru dari Qualcomm untuk model Galaxy Watch mendatang.
Karena itu, Galaxy Watch Ultra 2 diperkirakan memakai Snapdragon Wear Elite. Chip ini dijanjikan membawa peningkatan performa yang signifikan dan menghadirkan NPU khusus untuk tugas berbasis AI.
Langkah ini menjadi penting karena model Galaxy Watch Samsung saat ini masih memakai Exynos W1000. Chip tersebut debut pada 2024 dan dinilai masih cukup baik di sisi CPU, tetapi mulai menunjukkan umur, terutama dari sisi konektivitas.
Snapdragon Wear terbaru membawa dukungan Bluetooth 6.0, UWB, Micro-Power Wi-Fi, dan 5G RedCap. Kombinasi ini memberi sinyal bahwa pembaruan generasi baru bisa lebih terasa pada pengalaman sehari-hari ketimbang sekadar tampilan luar.
Strategi Samsung yang cukup jelas
Pasar jam tangan pintar premium tidak selalu menuntut desain baru setiap tahun. Dalam banyak kasus, konsumen justru lebih memperhatikan kecepatan, efisiensi, daya tahan fitur konektivitas, dan kemampuan pemrosesan baru.
Dengan mempertahankan desain yang sudah dikenal, Samsung bisa menjaga identitas lini Ultra. Di saat yang sama, pembaruan internal dapat menjadi alasan utama bagi pengguna lama untuk mempertimbangkan upgrade.
Namun, pendekatan ini juga punya risiko. Pengguna yang sejak awal tidak menyukai desain bodi “squircle” kemungkinan tidak akan berubah pikiran hanya karena warna baru atau peningkatan spesifikasi.
Galaxy Watch Ultra 2 juga muncul bersama gambaran awal untuk lini Galaxy Watch 9 dalam bocoran sebelumnya. Ini menandakan Samsung kemungkinan menyiapkan pembaruan smartwatch secara serentak pada acara Galaxy Unpacked berikutnya.
Acara itu dirumorkan berlangsung di London pada pekan ketiga Juli. Jika jadwal tersebut tepat, detail final Galaxy Watch Ultra 2 tidak akan lama lagi terungkap.
Source: www.androidpolice.com






