Galaxy Glasses Muncul Di Aplikasi Samsung, Bocoran Ini Ungkap Cara Kerjanya

Samsung mulai memberi isyarat paling jelas soal Galaxy Glasses lewat pembaruan aplikasi resmi di ekosistem Galaxy. Nama perangkat itu kini muncul di software Samsung, sehingga rumor kacamata pintar ini naik kelas dari sekadar spekulasi desain menjadi petunjuk yang menyentuh produk nyata.

Petunjuk terkuat datang dari aplikasi Nearby Device Scanning, yang menjadi bagian dari One UI di ponsel dan tablet Galaxy. Aplikasi ini memang dipakai untuk membantu perangkat terhubung dengan aksesori terdekat, jadi kemunculan Galaxy Glasses di sana memberi sinyal integrasi yang cukup serius.

Jejak paling kuat ada di catatan perubahan aplikasi

Di changelog aplikasi tersebut, tertulis dukungan untuk “Glasses quick pair” dan indikator baterai pop-up untuk kacamata. Dua detail ini menunjukkan Samsung sedang menyiapkan proses koneksi yang cepat sekaligus tampilan status daya yang muncul langsung di perangkat Galaxy.

Pola itu mirip dengan perilaku Galaxy Watch dan Galaxy Buds di ponsel atau tablet Samsung. Keduanya sudah lebih dulu menampilkan level baterai dengan cara yang praktis, sehingga Galaxy Glasses tampak akan masuk ke ekosistem yang sama.

Fitur awal mulai terbaca

Dari bocoran yang muncul, Galaxy Glasses diperkirakan akan menampilkan notifikasi baterai langsung di perangkat Samsung. Sistem seperti ini akan memudahkan pengguna memantau daya kacamata tanpa harus membuka aplikasi khusus setiap saat.

GSM Arena juga menyebut perangkat ini kemungkinan membawa kamera 12MP dan baterai 155 mAh. Kacamata tersebut dikabarkan tidak memakai layar, tetapi ditenagai chipset Snapdragon AR1 dari Qualcomm serta mendukung Wi-Fi dan Bluetooth.

Nama produk makin menguat di ekosistem Galaxy

Kemunculan nama Galaxy Glasses di aplikasi resmi membuat identitas produknya terasa semakin pasti. Sebelumnya, rumor tentang smart glass Samsung sudah beredar selama setahun terakhir, lalu muncul juga render yang diyakini sebagai kacamata pintar pertama perusahaan asal Korea Selatan itu.

Dukungan langsung di aplikasi Samsung memberi bobot lebih besar pada bocoran tersebut. Meski begitu, detail final tetap bisa berubah sampai Samsung memperkenalkan produknya secara resmi.

Di saat yang sama, lini foldable juga ikut muncul

Saat rumor Galaxy Glasses menguat, lini ponsel lipat Samsung berikutnya juga bocor lewat dummy unit yang tersebar di internet. Foto-foto itu dibagikan leaker Sonny Dickson di platform X dan menampilkan tiga perangkat, yakni Galaxy Z Fold 8 Wide, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8.

Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 disebut masih membawa desain yang mirip dengan render sebelumnya. Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 Wide langsung menarik perhatian karena terlihat lebih pendek dan lebih lebar dibanding varian reguler Galaxy Z Fold 8.

Rasio layar dan magnet Qi2 ikut jadi sorotan

Galaxy Z Fold 8 Wide disebut berpotensi hadir dengan layar lipat berasio 4:3. Rasio ini dinilai membuat tampilan terasa lebih lapang untuk membaca, menonton video, multitasking, dan membuka aplikasi dengan lebih nyaman.

Dummy unit itu juga memperlihatkan pola lingkaran di bagian belakang ketiga perangkat. Pola tersebut diduga terkait sistem magnet atau coil untuk pengisian daya nirkabel berbasis Qi2, yang membawa konsep magnetik mirip MagSafe di iPhone.

Dengan sistem itu, perangkat bisa ditempelkan ke charger atau aksesori kompatibel secara lebih presisi. Jika dugaan itu tepat, Samsung tampaknya sedang menyiapkan pengalaman aksesori yang lebih rapi untuk perangkat lipat generasi berikutnya.

Arah peluncuran mulai terbaca

Galaxy Glasses disebut mungkin meluncur di acara Unpacked musim panas mendatang pada bulan Juli 2026. Jika jadwal ini tepat, Samsung tampaknya sedang membangun ekosistem baru yang tidak hanya berisi ponsel lipat, tetapi juga wearable berbasis augmented reality.

Kombinasi jejak di aplikasi resmi, rincian fitur awal, dan bocoran desain membuat Galaxy Glasses menjadi salah satu perangkat Samsung yang paling menarik untuk dipantau. Petunjuk yang muncul kini tidak lagi berhenti pada konsep, melainkan sudah menyentuh cara kerja dan integrasinya dengan perangkat Galaxy.

Source: www.liputan6.com
Terkait