
Dua ponsel baru dari Samsung dan Redmi kini makin dekat ke tahap peluncuran setelah sama-sama lolos sertifikasi IMDA di Singapura. Bagi pasar, jejak sertifikasi seperti ini penting karena biasanya menandai bahwa perangkat sudah memasuki fase akhir sebelum resmi dijual.
Model yang muncul adalah Samsung Galaxy A27 dan Redmi 17 4G. Keduanya memang belum diumumkan secara resmi, tetapi kemunculannya di dokumen regulator membuat arah kehadirannya semakin jelas.
Galaxy A27 mulai membentuk identitas sebagai ponsel 5G
Untuk Galaxy A27, sertifikasi IMDA mengungkap dukungan dual-SIM, 5G, NFC, Wi-Fi, dan Bluetooth. Daftar ini belum membuka semua detail teknis, tetapi sudah cukup untuk menempatkan perangkat tersebut sebagai ponsel kelas menengah dengan konektivitas yang lengkap.
Sinyal dari IMDA juga sejalan dengan bocoran sebelumnya yang sudah lebih dulu beredar. Galaxy A27 sempat muncul dalam dua set render bocor dan kemudian terlihat di database Geekbench.
Dari listing Geekbench itu, Galaxy A27 disebut memakai chipset Snapdragon 6 Gen 3. Perangkat ini juga tercatat dibekali RAM 6GB.
Gabungan data tersebut memberi gambaran awal bahwa Samsung tampaknya menyiapkan Galaxy A27 dengan fokus pada keseimbangan performa dan fitur modern. Sampai saat ini, spesifikasi resminya di luar data benchmark dan sertifikasi masih belum dibuka oleh Samsung.
Dukungan NFC pada Galaxy A27 juga menjadi poin yang menarik. Fitur ini makin relevan di kelas menengah karena berkaitan dengan pembayaran digital dan konektivitas aksesori.
Redmi 17 4G tampil lewat strategi varian yang lebar
Di sisi lain, Redmi 17 4G juga sudah mengantongi sertifikasi IMDA. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa perangkat ini akan membawa Bluetooth, Wi-Fi, dan NFC.
Kehadiran Redmi 17 4G turut menarik perhatian karena Redmi disebut melompati angka 16. Itu membuat model ini diposisikan sebagai penerus langsung Redmi 15 4G.
Walau IMDA tidak membocorkan banyak rincian teknis, informasi tambahan sebelumnya sudah muncul lewat sertifikasi FCC. Dari sana, Redmi 17 4G disebut akan hadir dalam enam kombinasi RAM dan penyimpanan.
Enam varian itu mencakup 4/128GB, 6/128GB, 6/256GB, 6/512GB, 8/256GB, dan 8/512GB. Rentang opsi yang luas ini menunjukkan Redmi tampaknya ingin menjangkau lebih banyak segmen pengguna dalam satu lini perangkat.
Jejak sertifikasi memperkuat sinyal peluncuran
Sertifikasi regulator memang jarang mengungkap spesifikasi lengkap, tetapi kemunculan perangkat di sana sering menjadi tanda bahwa peluncuran komersial semakin dekat. Dalam kasus Galaxy A27 dan Redmi 17 4G, IMDA memperkuat jejak informasi yang sebelumnya sudah muncul lewat render, benchmark, dan sertifikasi lain.
Galaxy A27 kini terlihat makin jelas sebagai ponsel 5G dengan Snapdragon 6 Gen 3 dan RAM 6GB. Sementara itu, Redmi 17 4G menonjol lewat banyaknya pilihan konfigurasi memori, ditambah dukungan NFC, Wi-Fi, dan Bluetooth yang sudah terkonfirmasi.
Untuk Galaxy A27, pencantuman Wi-Fi dan Bluetooth di sertifikasi juga menegaskan kesiapan perangkat untuk pasar. Fitur-fitur itu memang sudah umum, tetapi tetap penting karena menunjukkan perangkat sudah melewati tahap validasi teknis yang dibutuhkan sebelum rilis.
Redmi 17 4G sendiri masih menyimpan banyak tanda tanya, termasuk soal chipset, layar, baterai, dan kamera. Namun, kombinasi sertifikasi IMDA dan FCC sudah cukup untuk memperlihatkan bahwa model ini sedang dipersiapkan dengan serius oleh Redmi.
Melihat seluruh petunjuk yang muncul sejauh ini, Samsung Galaxy A27 dan Redmi 17 4G sama-sama bergerak ke arah yang lebih konkret. Satu menawarkan profil 5G yang mulai terbentuk, sementara yang lain mengandalkan banyak opsi memori sebagai daya tarik utama di kelas 4G.
Source: www.gsmarena.com




