Samsung tampaknya sedang menyiapkan perubahan penting untuk Galaxy A18 Series, terutama di varian 5G. Bocoran terbaru menyebut model tersebut akan meninggalkan Exynos dan beralih ke Snapdragon, sementara versi 4G tetap memakai MediaTek.
Perubahan ini menarik karena lini Galaxy A1x selama ini cukup lekat dengan chipset buatan Samsung sendiri. Di kelas entry-level, keputusan semacam ini bisa memengaruhi persepsi performa, efisiensi daya, dan daya tarik produk di pasar yang semakin padat.
Snapdragon Jadi Andalan Galaxy A18 5G
Informasi mengenai Galaxy A18 muncul dari sejumlah dokumen sertifikasi dan bocoran spesifikasi. Dari sana terlihat Samsung menyiapkan dua varian dengan platform berbeda, bukan hanya berbeda pada dukungan jaringan.
Untuk Galaxy A18 5G, perangkat ini diperkirakan memakai Qualcomm Snapdragon 6s Gen 3. Chipset tersebut dibuat dengan proses fabrikasi 6 nanometer dan menawarkan efisiensi daya yang lebih baik serta performa grafis yang lebih kuat dibanding sejumlah chipset entry-level generasi sebelumnya.
Snapdragon 6s Gen 3 membawa delapan inti prosesor, terdiri atas dua inti performa Cortex-A78 dengan kecepatan hingga 2,3GHz dan enam inti efisiensi Cortex-A55. Chipset ini juga dibekali GPU Adreno 619, modem 5G terintegrasi, dan dukungan kamera hingga resolusi tinggi.
| Model | Chipset | Jaringan | Catatan Utama |
|---|---|---|---|
| Galaxy A18 5G | Snapdragon 6s Gen 3 | 5G | 2x Cortex-A78 hingga 2,3GHz, GPU Adreno 619 |
| Galaxy A18 4G | MediaTek Helio G99 | 4G | Tetap dipakai untuk kebutuhan harian |
Exynos Tergeser, MediaTek Tetap Dipakai
Yang paling mencolok dari bocoran ini adalah absennya Exynos di model 5G. Jika informasi tersebut akurat, Galaxy A18 5G akan menjadi smartphone seri Galaxy A1x pertama dalam beberapa generasi terakhir yang tidak lagi memakai chipset Exynos sebagai dapur pacu.
Di sisi lain, Galaxy A18 4G disebut masih mengandalkan MediaTek Helio G99. Prosesor ini sudah banyak dipakai di smartphone kelas menengah dan masih dianggap kompetitif untuk kebutuhan harian seperti media sosial, streaming video, dan gim ringan.
Perbedaan chipset itu menunjukkan Samsung tidak hanya membedakan Galaxy A18 berdasarkan konektivitas. Perusahaan juga tampaknya ingin memisahkan kelas pengalaman penggunaan antara model 4G dan 5G secara lebih jelas.
Arah Strategi Samsung di Segmen Terjangkau
Langkah Samsung ini dinilai sebagai upaya menyesuaikan performa perangkat dengan kebutuhan pasar sekaligus menjaga harga tetap kompetitif. Strategi memakai dua vendor chipset dalam satu seri bukan hal baru bagi Samsung karena perusahaan pernah melakukannya untuk menyesuaikan ketersediaan komponen, kebutuhan regional, dan strategi harga.
Namun, pergantian Exynos ke Snapdragon pada Galaxy A18 5G tetap menarik perhatian karena lini Galaxy A1x selama ini cukup lekat dengan chipset internal Samsung. Perubahan ini bisa dibaca sebagai penyesuaian strategi yang cukup besar.
Di Indonesia, Galaxy A18 berpotensi menjadi penerus Galaxy A16 yang sebelumnya hadir dalam varian 4G dan 5G. Galaxy A16 sendiri menyasar pengguna pemula dan pelajar, sehingga Galaxy A18 diperkirakan tetap bermain di segmen harga terjangkau yang persaingannya sangat padat.
Samsung akan berhadapan dengan Xiaomi, OPPO, Vivo, Realme, hingga Infinix yang sama-sama agresif merilis smartphone 5G dengan harga makin kompetitif. Dalam situasi seperti itu, penggunaan Snapdragon pada model 5G bisa menjadi nilai tambah, terutama bagi pengguna yang memperhatikan performa dan gamer mobile.
Spesifikasi Lain Masih Familiar
Selain chipset, bocoran spesifikasi menyebut kedua perangkat masih akan membawa ciri khas seri Galaxy A. Samsung diperkirakan menyiapkan layar LCD dengan refresh rate tinggi, baterai sekitar 5.000mAh, dan dukungan pengisian cepat.
Perangkat ini juga disebut akan menjalankan One UI berbasis Android terbaru. Samsung dikabarkan menyiapkan sejumlah fitur Galaxy AI versi ringan yang mulai diperluas ke kelas menengah dan entry-level.
Meski begitu, belum ada kejelasan mengenai fitur AI apa saja yang akan hadir di Galaxy A18 Series. Hingga awal Juli 2026, Samsung juga belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi maupun negara pertama yang akan menerima perangkat ini.
Kemunculan perangkat di sejumlah dokumen sertifikasi biasanya menjadi sinyal bahwa peluncuran resmi tidak akan terlalu lama lagi. Jika mengikuti pola generasi sebelumnya, Galaxy A18 Series berpeluang meluncur lebih dulu secara global sebelum masuk ke pasar Indonesia.
