GAIKINDO Minta Insentif Merata untuk Semua Mobil, Bensin hingga Hybrid Tak Mau Tertinggal

GAIKINDO mendorong pemerintah memberi stimulus yang lebih merata untuk seluruh jenis kendaraan, dari mobil bensin, hybrid, hingga kendaraan listrik murni. Di tengah persaingan investasi yang makin ketat, asosiasi ini menilai dukungan yang setara akan lebih adil bagi pasar otomotif nasional.

Isu itu bukan sekadar soal penjualan, tetapi juga soal arah industri dalam jangka panjang. GAIKINDO melihat kebijakan yang inklusif bisa menjaga ekosistem tetap sehat saat preferensi pasar dan strategi produksi global terus berubah.

Stimulus untuk semua teknologi

GAIKINDO secara resmi mengusulkan kepada Kementerian Perindustrian agar insentif tidak hanya menyasar satu teknologi tertentu. Usulan itu mencakup kendaraan bermesin pembakaran internal atau ICE, hybrid, dan battery electric vehicle atau BEV.

Tujuan utamanya adalah menciptakan industri yang kompetitif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang lebih seimbang, setiap pelaku usaha dinilai memiliki ruang yang sama untuk tumbuh.

Teknologi KendaraanMasuk Usulan InsentifCatatan
ICEYaDiminta ikut mendapat stimulus
HybridYaDianggap penting dalam masa transisi
BEVYaTetap menjadi bagian dari ekosistem

Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO Jongkie Sugiarto menilai dinamika investasi saat ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan pasar nasional. Ia menyebut perusahaan otomotif dari Tiongkok yang mulai berinvestasi di Indonesia juga menginginkan dukungan yang setara untuk rencana jangka panjang mereka.

Dalam pandangan GAIKINDO, kebijakan yang netral antar teknologi akan lebih mudah menampung kebutuhan investor dengan model bisnis yang berbeda-beda. Pendekatan ini juga dinilai penting agar tidak ada segmen kendaraan yang merasa dianaktirikan.

Persaingan investor kian terbuka

Selama ini, pabrikan Jepang disebut telah membangun ekosistem jangka panjang di Indonesia. Jejak itu terlihat dari pemanfaatan infrastruktur seperti pelabuhan Patimban dan proving ground Bekasi.

Di sisi lain, produsen asal Tiongkok mulai bergerak lebih agresif di pasar Indonesia. Kehadiran mereka menambah dimensi baru dalam persaingan, bukan hanya di penjualan, tetapi juga pada perebutan dukungan kebijakan dan basis produksi.

GAIKINDO memandang stimulus yang berlaku untuk semua tipe kendaraan bisa menjaga iklim kompetisi tetap sehat. Asosiasi ini juga menempatkan mobil bensin dan hybrid sebagai bagian penting dari transisi industri, bukan sekadar pelengkap di tengah dorongan kendaraan listrik.

Karena itu, insentif yang merata dianggap lebih sesuai untuk menjaga keseimbangan antara transformasi teknologi dan kebutuhan pasar saat ini. Dengan begitu, industri tetap punya ruang untuk berkembang tanpa mengabaikan segmen yang masih menjadi tulang punggung pasar.

Dukungan pemerintah sudah terasa

GAIKINDO mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga keberlangsungan industri otomotif nasional. Dukungan itu disebut hadir lewat fasilitas investasi, insentif fiskal, dan forum dialog rutin dengan pelaku industri.

Menurut Anton Kumonty, komunikasi terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha penting untuk memberi kepastian kepada investor yang sudah menanamkan modal di Indonesia. Pola itu juga dinilai membantu industri melewati tekanan sejak masa pandemi hingga masa transisi teknologi.

Instrumen DukunganDetailDampak yang Disebut
User Specific Duty-Free Scheme (USDFS)Dimanfaatkan 57 perusahaan otomotifMenunjang investasi industri
PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP)Membantu menjaga daya beli masyarakatDimanfaatkan merek seperti Toyota, Honda, Mitsubishi, dan Isuzu

Data GAIKINDO menunjukkan fasilitas User Specific Duty-Free Scheme atau USDFS telah dimanfaatkan oleh 57 perusahaan otomotif dengan nilai 800 miliar dolar AS. Sementara itu, kebijakan PPN DTP dinilai efektif menjaga daya beli masyarakat dan membantu sejumlah merek besar di pasar domestik.

Anton menegaskan GAIKINDO akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. Bagi asosiasi ini, pembahasan insentif kini sudah menjadi bagian dari strategi besar agar Indonesia tetap menarik bagi investasi otomotif, baik untuk mobil bensin, hybrid, maupun kendaraan listrik murni.

Source: www.suara.com

Terkait