Flying Caduceus bukan jet car biasa. Mobil ini membawa sejarah kecepatan darat ke arah yang sangat berbeda, karena ditenagai mesin turbojet yang juga pernah dipakai pada bomber nuklir Amerika.
Kendaraan legendaris ini sempat dijadwalkan masuk lelang Bonhams di National Automobile Museum Auction, Reno, Nevada, dengan estimasi harga $70,000 hingga $90,000. Namun lot itu kemudian berubah status menjadi withdrawn sebelum palu lelang diketok.
Dirancang untuk mengejar rekor, bukan sekadar tampil beda
Flying Caduceus dianggap luas sebagai mobil balap darat bertenaga jet pertama yang memang dirancang sejak awal untuk memecahkan rekor kecepatan. Dr. Nathan Ostich mulai mengembangkan konsepnya pada akhir 1950-an, ketika era mesin piston masih mendominasi percobaan kecepatan ekstrem.
Target yang dibidik juga sangat ambisius. Ostich membayangkan kendaraan ini mampu melampaui 500 mph atau 805 km/jam, sementara speedometer mobilnya sendiri dibuat dengan batas di atas 700 mph.
Masalah terbesar justru bukan soal mencari tenaga. Catatan era tersebut yang dikutip Bonhams menyebut ban sebagai tantangan paling serius, karena ban konvensional akan hancur pada putaran roda yang dibutuhkan untuk lari 500 mph.
Firestone kemudian ikut terlibat dan mengembangkan paket roda serta ban khusus agar mobil ini sanggup menghadapi gaya ekstrem. Di titik ini, Flying Caduceus sudah jauh melampaui konsep mobil cepat biasa dan masuk wilayah eksperimen teknik yang belum pernah benar-benar disentuh sebelumnya.
Mesin dari Convair B-36 Peacemaker
Tenaga utama mobil ini berasal dari turbojet General Electric J47-19. Varian mesin itu awalnya dikembangkan sebagai pendorong tambahan saat lepas landas pada Convair B-36 Peacemaker.
B-36 sendiri adalah bomber nuklir utama Amerika pada awal 1950-an, dan membawa empat mesin ini di samping enam mesin piston. Satu unit J47-19 menghasilkan 5,200 pounds of thrust, setara sekitar 6,930 hp, dan dorongan itulah yang menggerakkan Flying Caduceus.
Mesin tersebut dipasang ke sasis tubular berdiameter empat kaki yang dibalut bodi aluminium. Paketnya juga mencakup suspensi independen empat roda, rem cakram, dan parasut delapan kaki untuk membantu memperlambat kendaraan.
Warisan yang lebih besar dari angka puncak
Walau tidak pernah mencapai target utamanya, Flying Caduceus tetap menorehkan hasil penting. Dalam pengujian, mobil ini mencapai 359.7 mph atau 579 km/jam, angka yang membuktikan mobil balap darat bertenaga jet memang bisa diwujudkan.
Pencapaian itu ikut membuka jalan bagi proyek-proyek berikutnya seperti Spirit of America milik Craig Breedlove, program Thrust milik Richard Noble, hingga Thrust SSC yang dikemudikan Andy Green. Thrust SSC sendiri masih memegang rekor kecepatan darat saat ini.
Karena itu, Flying Caduceus kerap dipandang sebagai salah satu kendaraan paling berpengaruh yang jarang dikenal publik. Entah kembali ke lelang atau tetap berada di tangan pribadi, posisinya dalam sejarah kecepatan darat sudah sulit digantikan.
